Definisi Cantik Masih Mengacu Pada Fisik

JAKARTA – Banyak cara untuk mendefinisikan kecantikan. Kecantikan bisa didefinisikan sebagai keindahan fisik, kecerdasan atau juga perilaku. Dalam sebuah riset seputar kecantikan yang dilaksanakan pada awal Mei 2017 oleh lembaga riset pemasaran Sigma Research, terungkap bahwa banyak koresponden yang mendefinisikan kecantikan adalah kecantikan fisik.

Riset terbagi menjadi tiga kategori penilaian untuk definisi kecantikan yaitu beauty, brand dan behavior. Beauty merupakan penilaian secara fisik, brain adalah penilaian berdasarkan penilaian intelektual, dan behavior adalah definisi kecantikan melalui penilaian secara perilaku.

Dari 1.200 sampel yang disurvey dengan metode wawancara, dan memiliki tingkat margin of error sebesar 2,83%, sekitar 40,0% mendefinisikan seorang wanita adalah dari kecantikan fisik yang dia miliki. Sedangkan untuk 14,8% lainnya sepakat dengan mendefinisikan kecantikan berdasarkan kepribadian yang menarik, disusul sejumlah kecil lainnya yang memasukkan perilaku ramah ke dalam sebuah definisi kecantikan dengan angka sebesar 9,5%. Dan yang paling akhir adalah bagaimana koresponden mendefinisikan kecantikan wanita dari kemampuan intelektualnya adalah 6,1%. Kemampuan intelektual ini menyangkut kecerdasan, prestasi, dan bakat yang dia miliki.

Menurut Direktur Sigma Research Nurjannah Andi Lemmung dalam siaran persnya, Senin (12/6), hal ini dikategorikan wajar apabila masyarakat Indonesia masih mendefinisikan kecantikan seorang wanita dari luar, “Ini berkaitan dengan sebuah kesan pertama yang ditangkap oleh otak, kesan itu adalah tampilan fisik. Karena itu, kesan pertama itu akan mendefinisikan kecantikan dan disusul oleh perilaku ketika seseorang mengenalnya, dan baru tahap akhirnya adalah prestasi atau kemampuan intelektualnya.” Kata Nurjannah

Nurjannah juga menyebutkan bahwa kategori fisik untuk sebuah kecantikan adalah pada kesehatan kulit. Banyak responden yang mendefinisikan sebuah kecantikan adalah dari kualitas kulit seorang wanita. Sekitar 41,8% responden sepakat dengan wanita dengan kulit putih bersih adalah wanita cantik dan 43,1% menyebutkan bebas masalah kulit seperti jerawat dan noda hitam adalah bagian utama dari kecantikan seorang wanita. Selanjutnya disusul dengan kategori lainnya seperti hidung mancung 5,5% dan bentuk tubuh langsing di angka 4,3%.

Nurjannah juga menandaskan bahwa persepsi masyarakat seputar kulit putih dan bersih sebagai barometer kecantikan wanita adalah tidak lepas dari terpaan iklan produk-produk kosmetik yang mengajak wanita secara tidak langsung untuk mendapatkan kulit putih agar terlihat lebih cantik.

Riset pemsaran seputar kosmetik ini dilakukan pada awal Mei 2017 lalu di 11 kota besar di Indonesia yang meliputi Medan, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan Makassar. Riset dilakukan pada koresponden wanita dengan rentang usia 15-55 tahun dan memiliki SES A-D. Tidak ada perbedaan signifikan dari jawaban responden dengan kategori usia untuk riset ini. Segmen usia untuk riset ini dibagi menjadi toiga kategori. Ketiga kategori tersebut adalah kategori usia dengan rentang usia 15-25, 26-25, dan 36-55 tahun. Hampir semua usia mempunyai jawaban yang sama, dari setiap rentang usia hanya memiliki perbedaan angka tidak lebih dari 5% untuk setiap kategorinya.

 

Sumber: Investor Daily
Oleh Nan pada Selasa, 13 Juni 2017 (Page 16)

how can we help you?

Contact us at the Sigma Research office nearest to you or submit a business inquiry online.