Studi Pasar and Perilaku Penggunaan Diaper di Indonesia 2017

Indonesia merupakan rumah bagi 9,7 juta anak usia di bawah dua tahun (baduta) atau 4,87 juta bayi lahir setiap tahunnya. Tak heran Indonesia menjadi pasar yang cukup menggiurkan bagi industri yang menyasar produk baduta. Berdasarkan hasil survei Sigma Research, salah satu produk baduta dengan tingkat konsumsi tertinggi adalah diaper dengan persentase mencapai 97,1%. Potensi besar pasar industri ini diperkirakan sebesar Rp 14 triliun di tahun 2017, meningkat dibandingkan tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp 12 triliun. Industri ini diperkirakan terus tumbuh mengingat anak merupakan prioritas utama ibu dalam berbelanja kebutuhan rumah tangga, terlebih lagi untuk ibu yang memiliki baduta.

Studi Sigma Research di tahun 2017 menunjukkan bahwa awal penggunaan diaper terbanyak pada anak baduta adalah berkisar antara umur 0 hingga 3 bulan, yakni sebanyak 16,1% pada saat bayi lahir (usia < 1 bulan) terus meningkat dan tertinggi pada saat bayi berusia 1 – 3 bulan (69,6%). Penggunaan jenis diaper sekali pakai paling banyak dibeli oleh Ibu dengan persentase mencapai 95,2%. Beberapa merek diaper di Indonesia yang cukup banyak diketahui oleh Ibu adalah Mamy Poko, Pampers, Sweety, Merries, Huggies, Happy Nappy, Fitty, Goon, Baby Happy, dan Drypers. Dari semua diaper yang dijual di Indonesia, Mamy Poko merupakan market leader pada industri ini