Perilaku Penggunaan Susu Formula di Indonesia 2017

Anak merupakan hal yang sangat berharga bagi orang tua. Pentingnya kehadiran anak bagi orang tua, membuat para orang tua terutama ibu, akan memberikan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan anaknya, termasuk nutrisi bagi buah hati mereka. Salah satu nutrisi yang penting bagi perkembangan dan pertumbuhan anak adalah susu. Hampir seluruh Ibu (90,4%) yang memiliki anak usia di bawah dua tahun (baduta) memberikan ASI hingga usia 19 – 24 bulan. Seiring dengan pertumbuhan anak, biasanya Ibu kesulitan untuk terus memberikan ASI kepada buah hatinya. Studi Sigma Research menunjukkan bahwa 69,1% Ibu memilih susu formula untuk menggantikan pemberian ASI. Sebanyak 33,6% diantaranya sudah mulai memberikan susu formula ketika anak berusia kurang dari 3 bulan.

Studi perilaku Ibu dan Anak yang dilakukan Sigma Research tahun 2017 menunjukkan bahwa dalam menentukan merek atau produk yang akan dibeli untuk anak, hampir 90% Ibu menyatakan bahwa kualitas produk adalah pertimbangan yang dinilai paling penting. Dari berbagai jenis susu formula yang beredar di pasaran, Bebelac dan SGM merupakan merek yang paling banyak dikenali Ibu saat ini dengan persentase masing-masing sebesar 63,1% dan 61,5%. Kedua susu jenis ini juga menghadirkan susu formula khusus rendah laktosa untuk anak yang mengalami diare. Hal ini berhubungan dengan manfaat produk (44,4%) yang juga menjadi driving factor bagi Ibu untuk membeli susu formula. Ibu Baduta termasuk konsumen yang loyal dalam membeli produk dengan merek yang dipercaya untuk anak.   Hal ini terlihat ketika merek produk yang diinginkan tidak tersedia, sebagian besar Ibu akan membeli produk dengan merek yang diinginkan tersebut di tempat lain (59,1%).