Indonesia Menjadi Negara Dengan Perkembangan E-Commerce Terpesat

Hasil kajian konsultan teknologi Redwing-Asia, “E-commerce in Indonesia – a Big Bang waiting to happen”,  Indonesia dinilai dapat menjadi negara potensial dengan perkembangan E-commerce paling pesat. Menurut Redwing, Indonesia mampu meraih perkiraan jumlah total pendapatan mulai dari sekitar 3 Milyar dollar AS (skenario terendah) hingga 10 Milyar dollar AS (skenario tertinggi) pada tahun 2015. Melihat sisi potensi ini, mampu menarik perhatian para pemain utama E-commerce dan sejumlah kelompok investasi di seluruh dunia, khususnya dari sudut pandang China sebagai salah satu pemain utama dalam sektor Electronic Retailing (E-tailing) yang berkembang pesat dalam 5 tahun terakhir.

Indonesia, dalam hal ini memiliki keterkaitan pasar yang sangat mirip serta pertumbuhan yang dinamis tergantung pada pertumbuhan E-commerce di China. Hal ini juga menjadikan Indonesia merupakan pasar E-commerce yang tak bisa dipandang sebelah mata, pasalnya pertumbuhan E-commerce China yang mempengaruhi kondisi E-commerce di Indonesia langsung dapat perhatian dari sejumlah investor asing yang ingin menanamkan modalnya bahkan beberapa dalam waktu jangka panjang.

Pertumbuhan yang pesat  di China pada 5 tahun terakhir ternyata juga tercermin di Indonesia. Banyaknya masyarakat kelas menengah yang bermunculan akibat pertumbuhan ekonomi membuat daya beli masyarakat kian bertambah dan bertumbuh seiring dengan perkembangan E-commerce. Diperkirakan, pada tahun 2020 mendatang, populasi masyarakat kelas menengah akan bertumbuh hingga yang sebelumnya pada tahun 2012 berjumlah 74 Juta membengkak dalam 7 tahun ke depan menjadi 140 Juta jiwa! Dengan proyeksi pertumbuhan pertahunnya bisa bertambah sekitar 8-9 Juta populasi.

Pertumbuhan yang fantastis ini tidak semata-mata hanya terjadi di kota-kota besar di Indonesia saja (Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan) tetapi juga di sejumlah wilayah di Indonesia yang tersebar baik di Pulau Jawa, Sumatera, dan wilayah-wilayah lainnya. Saat ini yang tercatat, ada sekitar 25 wilayah di Indonesia yang memiliki jumlah masyarakat kelas menengah sebanyak 500.000 populasi, dan diperkirakan pada tahun 2020 mendatang populasi ini akan berlipat ganda menjadi dua kali lipat.

Lebih lanjut rekomendasi Redwig-Asia, untuk memanfaatkan momentum ini diperlukan investasi publik dan swasta tambahan ddalam jangka pendek sampai menengah untuk merangsang pertumbuhan pasar e -commerce . Dikabarkan sejumlah investasi besar sekitar >USD 20 juta masuk Indonesia dalam waktu dekat ini dari pemain e tailing internasional. Para pendatang baru ini cenderung untuk bermitra dengan perusahaan lokal untuk membentuk kerja sama pemasaran atau perdaganagn.

Realisasi Free Trade Area ASEAN ( AFTA ) pada bulan Desember 2015 akan mendorong integrasi ekonomi yang lebih besar , perdagangan tanpa batas dan konektivitas infrastruktur. Pada gilirannya , ini akan lebih membuka peluang pasar e -commerce di Indonesia di pasar regional.

Dengan terus meningkatkan logistik dan sistem pembayaran yang dikembangkan di Indonesia , belanja online dengan cepat menjadi saluran ritel utama . Prospek masa depan sektor ini sangat menggembirakan dari perspektif investasi.

Leave a Reply

how can we help you?

Contact us at the Sigma Research office nearest to you or submit a business inquiry online.

Looking for a First-Class Business Plan Consultant?