Dalam industri pemasaran modern, kemampuan untuk mengukur dampak kampanye secara objektif menjadi semakin penting. Salah satu metode yang paling banyak digunakan adalah Evaluasi AAU—Awareness, Attitude, Usage. Metode ini membantu brand memahami apakah kampanye mereka berhasil meningkatkan kesadaran, mengubah sikap, dan mendorong penggunaan produk. Di tengah kompetisi ketat pada 2025, metode ini menjadi fondasi penting untuk memastikan keputusan pemasaran berbasis data, bukan asumsi.
Mengapa Evaluasi AAU Penting untuk Kampanye 2025?
Evaluasi AAU memberi gambaran komprehensif tentang dampak kampanye pada konsumen. Beberapa alasan mengapa Evaluasi AAU relevan di 2025:
-
Perjalanan konsumen semakin kompleks. Konsumen Indonesia mengakses berbagai touchpoint—YouTube, TikTok, retail, dan social commerce. Tanpa Evaluasi, brand hanya menebak dampak kampanye.
-
Kebutuhan membuktikan efektivitas budget. Marketer harus menunjukkan bahwa investasi media benar-benar menghasilkan perubahan perilaku.
-
Membantu optimasi strategi selanjutnya. Data AAU memungkinkan brand memperbaiki pesan, channel, dan segmentasi kampanye secara lebih presisi.
Dengan kata lain, Evaluasi AAU bukan sekadar alat ukur, tetapi dasar strategi pemasaran yang berkelanjutan.
Contoh Kampanye 2025 dan Relevansinya dengan Evaluasi AAU
1. Lifebuoy – Kampanye “#KetempelanDingin”
Kampanye Lifebuoy memenangkan penghargaan besar di YouTube Works Southeast Asia 2025. Format horror-komedi yang relatable untuk Gen Z berhasil menarik perhatian dan meningkatkan awareness.
Namun, untuk menilai keberhasilannya secara menyeluruh, perlu dilakukan Evaluasi AAU:
-
Apakah awareness meningkat signifikan setelah kampanye?
-
Apakah attitude konsumen terhadap varian Lifebuoy berubah positif?
-
Apakah kampanye berdampak pada usage, seperti peningkatan pembelian dan preferensi produk?
Tanpa Evaluasi AAU, dampak kampanye hanya dinilai dari views dan engagement, bukan perubahan nyata.
2. MR.DIY Indonesia – Kampanye “Ada Aja Idenya”
MR.DIY Indonesia meraih dua penghargaan di Retail Asia Awards 2025, termasuk “Integrated Campaign of the Year – Indonesia”. Kampanye ini berhasil memperkuat brand image sebagai toko kebutuhan rumah yang inovatif dan terjangkau.
Tetapi lagi-lagi, keberhasilan sejati perlu dilihat melalui Evaluasi hal berikut ini:
-
Awareness: Seberapa banyak konsumen mengenali kampanye?
-
Attitude: Apakah konsumen semakin percaya, nyaman, dan mengenal MR.DIY?
-
Usage: Apakah kampanye mendorong traffic toko dan pembelian berulang?
Evaluasi AAU memberi data yang lebih lengkap dibanding sekadar penghargaan dan popularitas kampanye.
Langkah-Langkah Melakukan Evaluasi AAU yang Efektif
-
Pre-test dan post-test awareness
Mengukur perubahan pengenalan brand sebelum dan setelah kampanye. -
Survei attitude konsumen
Menilai persepsi terhadap brand—kualitas, relevansi, kepercayaan, dan preferensi. -
Tracking usage dan perilaku nyata
Menggunakan data penjualan, kunjungan toko, usage produk, atau kebiasaan pembelian. -
Analisis segmentasi
Mengetahui segmen mana yang paling terpengaruh oleh kampanye (Gen Z, urban, atau family segment). -
Cross-channel attribution
Menilai kontribusi setiap channel marketing terhadap perubahan AAU.
Dengan metodologi yang tepat, Evaluasi ini dapat menjadi kompas keputusan pemasaran brand di Indonesia.
AAU Sebagai Pilar Utama Keberhasilan Kampanye
Kampanye kreatif seperti Lifebuoy dan MR.DIY terbukti mampu menarik perhatian publik. Namun, untuk memastikan keberhasilan jangka panjang, brand perlu melakukan Evaluasi sebagai bagian inti dari strategi marketing. AAU membantu menentukan apakah kampanye benar-benar mengubah awareness, attitude, dan usage konsumen bukan sekadar menciptakan buzz.
Lakukan evaluasi Awareness-Attitude-Usage bersama Sigma Research Indonesia, selama 17 tahun bersama dengan tim ahli telah membantu banyak brand baik lokal maupun global dalam melakukan evaluasi berdasarkan data driven untuk strategi kesuksesan kampanye. Hubungi Admin SRI Melalui Whatsapp Bisnis atau email info@sigmaresearch.co.id



