“Brand Global yang Berhasil dan Gagal Masuk Pasar Berkembang”
Studi kasus market entry selalu menjadi referensi penting untuk perusahaan dan marketer. Tahun 2024–2025 menghadirkan banyak pelajaran berharga—baik dari keberhasilan maupun kegagalan brand global.
Terutama di Indonesia, 2024 -2025 menjadi momen di mana banyak bisnis tutup, perusahaan start up melakukan lay-off akibat perubahan yang terjadi. Salah satu nya diakibatkan karena strategi dan investasi yang kurang tepat sasaran dan tidak bisa membaca peluang pasar dengan lebih teliti.
Kasus Sukses: Pola yang Terlihat
A. Fintech Global Masuk Asia Tenggara
Pendekatan yang berhasil:
-
Akuisisi pemain lokal
-
Edukasi masyarakat
-
Keamanan & compliance ketat
-
Produk yang relevan secara kebutuhan harian
B. Beauty & FMCG Internasional
Yang bekerja:
-
Adaptasi formula untuk kulit/iklim lokal
-
Varian khusus Asia
-
Live commerce dengan KOL lokal
-
Komunitas pengguna aktif (skincare groups)
Kasus Gagal atau Tersendat
A. Mobility & Ride-Hailing
Beberapa brand global gagal karena:
-
Kompetisi lokal terlalu kuat
-
Tingginya biaya operasional
-
Regulasi transportasi yang berubah cepat
-
Tidak memahami karakter komuter harian
B. F&B Global
Alasan kegagalan yang umum:
-
Rasa tidak cocok dengan preferensi lokal
-
Lokasi ekspansi tidak tepat
-
Harga premium namun nilai tidak terasa
-
Kurangnya adaptasi menu
Faktor Kunci Keberhasilan Market Entry
1) Local Intelligence
Riset pasar mendalam dan real-time.
2) Adaptasi Produk & Harga
Bukan copy-paste dari negara asal.
3) Partner Lokal
Mempercepat akses jaringan dan regulasi.
4) Marketing yang Kultur-sensitif
Brand harus “berbahasa lokal”.
Checklist Pembelajaran untuk Brand Lain
-
Lakukan market test sebelum launch besar.
-
Minimalkan risiko lewat pilot project.
-
Gunakan kombinasi data kuantitatif + etnografi.
-
Mulai dari niche segment, bukan pasar massal langsung.
-
Bangun kepercayaan melalui bukti nyata, bukan klaim.
Market entry 2024–2025 menunjukkan bahwa sukses bukan soal besar modal, tapi besar pemahaman terhadap konsumen lokal. Bukan soal seterkenal apa di dunia internasional, tapi seberapa dekat dengan nilai dan budaya lokal. Brand yang belajar dari pasar lebih cepat—menang lebih cepat.
Untuk tahu preferensi market bisnis Anda sebelum melakukan ekspansi, hubungi tim ahli Sigma Research Indonesia via Whatsapp Bisnis. Anda bisa juga mengirimkan detail kebutuhan riset melalui email info@sigmaresearch.co.id.



