Memahami perilaku generasi muda menjadi kebutuhan penting bagi brand yang ingin bertumbuh di era digital. Untuk itu, kemampuan untuk decode konsumen khususnya Gen-Z dan Gen-Alpha menjadi kunci strategi pemasaran yang efektif di 2026. Kedua generasi ini memiliki cara berpikir, berinteraksi, dan berbelanja yang berbeda dari generasi sebelumnya. Di wilayah berkembang seperti Asia Tenggara, perubahan digital semakin mempercepat tren konsumsi dari kedua kelompok ini, sehingga brand perlu pendekatan yang lebih tepat untuk memetakan kebutuhan dan preferensi mereka.
Siapa Itu Gen-Z dan Gen-Alpha?
Gen-Z adalah generasi yang lahir kira-kira antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an. Mereka tumbuh dengan internet, perangkat mobile, dan media sosial. Gen-Z adalah kelompok digital first yang terbiasa mencari informasi dan membuat keputusan pembelian berbasis data digital.
Gen-Alpha adalah generasi yang lebih muda, lahir setelah 2010. Mereka mulai mengonsumsi konten digital sejak usia dini dan sering kali lebih terpapar teknologi baru seperti AI dan konten video interaktif. Meskipun belum menjadi pembeli mandiri sepenuhnya, pengaruh mereka terhadap pola pembelian keluarga semakin kuat.
Ciri Perilaku Konsumen Gen-Z yang Perlu Di-Decode
-
Digital Native: Gen-Z mengutamakan kanal digital dalam riset dan pembelian produk.
-
Autentisitas: Mereka menghargai konten dan merek yang jujur serta transparan.
-
Nilai Sosial: Kepedulian terhadap isu sosial, lingkungan, dan inklusivitas sering menjadi faktor dalam keputusan pembelian.
Gen-Z juga cenderung mengikuti opini kreator konten atau influencer sebelum membeli. Mereka lebih mempercayai rekomendasi yang terasa natural dan bukan iklan yang terlalu dipoles.
Karakter Konsumen Gen-Alpha yang Mulai Muncul
Gen-Alpha dibesarkan dengan lebih banyak konten video dan pengalaman digital yang interaktif. Mereka responsif terhadap:
-
Konten visual pendek di platform seperti TikTok dan YouTube
-
Interaksi real time seperti live commerce
-
Pengalaman imersif melalui video dan fitur interaktif
Walaupun Gen-Alpha belum sepenuhnya memasuki fase pembelian mandiri, mereka memengaruhi keputusan keluarga. Brand yang bisa decode konsumen Gen-Alpha lebih awal memiliki peluang untuk membangun loyalitas jangka panjang sejak dini.
Pola Belanja Digital dan Media Sosial
Kedua generasi ini menghabiskan banyak waktu di media sosial. Perjalanan konsumen mereka sering kali dimulai dari:
-
Penemuan produk lewat konten organik atau rekomendasi kreator
-
Interaksi komentar, ulasan, atau diskusi komunitas
-
Penilaian nilai produk melalui pengalaman digital
-
Pembelian langsung dari platform atau kanal e-commerce
Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan omnichannel — menggabungkan media sosial, interaksi konten, dan commerce integration untuk menciptakan pengalaman yang mulus.
Implikasi untuk Strategi Brand
Brand yang berhasil decode konsumen Gen-Z dan Gen-Alpha perlu menyiapkan strategi yang mencakup:
-
Digital Engagement: Fokus pada konten yang relevan di kanal yang tepat
-
Storytelling Otentik: Bangun komunikasi yang luarbiasa asli dan personal
-
Interaksi Real Time: Gunakan konten interaktif seperti live commerce
-
Data-Driven Personalization: Gunakan data untuk menyajikan rekomendasi produk yang tepat
Strategi ini tidak hanya menarik perhatian konsumen, tetapi juga membangun loyalitas dalam jangka panjang.
Riset Insight Konsumen Anda Untuk Strategi Yang Efektif
Decode konsumen bukan sekadar memahami preferensi dasar. Ini berarti menyelami bagaimana Gen-Z dan Gen-Alpha berinteraksi dengan dunia digital dan bagaimana itu membentuk keputusan pembelian mereka. Di era digital dan ekonomi yang terus berkembang, insight yang mendalam terhadap kedua generasi ini akan menjadi pembeda utama bagi brand yang ingin tumbuh di tahun 2025 dan seterusnya.
Pahami perilaku konsumen anda untuk menentukan strategi bisnis yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen anda. Lakukan riset insight consumer anda bersama Sigma Research Indonesia. Selama 18 tahun telah membantu brand lokal dan global dalam memahami konsumen melalu riset berbasis insight data. Hubungi Admin SRI Melalui Whatsapp Bisnis atau email info@sigmaresearch.co.id



