Dalam AAU Study (Awareness, Attitude, Usage), penyusunan kuesioner adalah langkah krusial. Menyusun kuesioner AAU yang valid memastikan data yang dikumpulkan benar-benar mencerminkan kesadaran (awareness), sikap (attitude), dan penggunaan (usage) konsumen. Kuesioner yang buruk atau ambigu dapat menghasilkan data tidak akurat, sehingga insight yang diperoleh tidak bisa digunakan untuk strategi pemasaran atau pengembangan produk secara efektif.
berikut langkah yang bisa dilakukan dalam menyusun kuesioner AAU:
1. Tetapkan Tujuan yang Jelas
Sebelum mulai merancang pertanyaan, tentukan tujuan riset secara spesifik. Dalam konteks AAU Study, tujuan utama adalah:
-
Mengukur tingkat awareness konsumen terhadap merek
-
Menilai attitude mereka terhadap brand
-
Mengetahui usage produk atau layanan
Dengan tujuan yang jelas, proses menyusun kuesioner AAU menjadi lebih terarah dan setiap pertanyaan relevan terhadap hasil riset yang diinginkan.
2. Tentukan Profil Responden
Kuesioner AAU yang valid membutuhkan sampel representatif. Tetapkan karakteristik responden:
-
Demografi: usia, jenis kelamin, lokasi
-
Perilaku konsumen: pengguna produk, non‑pengguna, atau pengguna kompetitor
-
Frekuensi interaksi dengan brand
Profil responden yang tepat memastikan hasil riset menggambarkan perilaku nyata target pasar.
3. Rancang Struktur Pertanyaan dengan Logis
Susun kuesioner secara urut:
-
Pertanyaan pembuka: informasi dasar responden
-
Pertanyaan awareness: pengenalan brand
-
Pertanyaan attitude: persepsi terhadap brand
-
Pertanyaan usage: frekuensi penggunaan
Urutan ini memudahkan responden berpikir dari kesadaran awal hingga penggunaan nyata, sehingga data lebih akurat.
4. Gunakan Bahasa yang Jelas dan Netral
Bahasa yang sederhana dan netral sangat penting. Hindari pertanyaan yang membingungkan atau memengaruhi jawaban. Tips:
-
Gunakan bahasa mudah dipahami
-
Hindari jargon pemasaran
-
Jangan gabungkan dua pertanyaan dalam satu kalimat
Bahasa yang jelas meningkatkan validitas jawaban.
5. Pilih Skala Pengukuran Tepat
Skala pengukuran yang konsisten membantu analisis:
-
Likert scale untuk attitude (1–5: sangat tidak setuju → sangat setuju)
-
Skala numerik untuk usage
-
Opsi tertutup untuk pertanyaan awareness
Skala ini mempermudah perbandingan jawaban responden.
6. Uji Coba Kuesioner
Lakukan pilot test sebelum penyebaran besar. Tujuannya:
-
Mengidentifikasi pertanyaan ambigu
-
Memastikan skala bekerja dengan baik
-
Mengetahui pemahaman responden
Uji coba meningkatkan validitas data dan meminimalkan kesalahan.
7. Perhatikan Pengalaman Responden
Desain kuesioner harus intuitif:
-
Responsif di perangkat mobile
-
Pertanyaan singkat dan jelas
-
Instruksi yang mudah dipahami
Pengalaman pengguna yang baik mengurangi angka drop-off dan meningkatkan kualitas data.
8. Analisis dan Validasi Hasil
Setelah data terkumpul, analisis hasil untuk menemukan pola dalam awareness, attitude, dan usage. Validasi hasil membantu memastikan insight dapat dipakai untuk strategi brand.
Kuesioner AAU Merupakan Langkah Krusial
Menyusun kuesioner AAU yang valid adalah langkah krusial dalam pengukuran brand health. Dengan menetapkan tujuan, memilih responden tepat, merancang pertanyaan logis, dan menggunakan skala yang konsisten, brand dapat memperoleh data yang akurat. Kuesioner yang baik memungkinkan insight dari awareness hingga usage dan mendukung keputusan strategis yang efektif.
Lakukan riset kuesioner AAU dengan partner profesional dan dapat dipercaya. Sigma Research Indonesia merupakan partner riset terpercaya dan memiliki pengalaman selama 18 tahun. Hubungi Admin SRI Melalui Whatsapp Bisnis atau email info@sigmaresearch.co.id



