Citizen perception study menjadi fondasi penting dalam riset kebijakan publik di tahun 2026. Di tengah kompleksitas tantangan pembangunan mulai dari transisi ekonomi hijau, kebijakan pangan, hingga isu lingkungan pemerintah tidak lagi cukup mengandalkan indikator makro dan data administratif semata. Persepsi, kepercayaan, dan pengalaman warga menjadi sinyal krusial untuk menilai apakah kebijakan benar-benar dipahami, diterima, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pendekatan ini sejalan dengan praktik global yang menekankan evidence-based decision making, di mana suara warga diposisikan sebagai input strategis dalam siklus kebijakan. Riset ini tidak hanya mengukur kepuasan publik, tetapi juga memetakan ekspektasi, tingkat legitimasi kebijakan, serta potensi risiko sosial yang kerap luput dari analisis teknokratis.
Apa Itu Citizen Perception Study?
Citizen perception study adalah metode riset yang bertujuan mengukur pandangan, sikap, dan tingkat pemahaman masyarakat terhadap kebijakan publik. Studi ini biasanya mencakup persepsi atas efektivitas kebijakan, keadilan implementasi, dampak ekonomi dan sosial, serta tingkat kepercayaan terhadap institusi pemerintah.
Berbeda dengan survei kepuasan layanan publik yang bersifat operasional, study ini memiliki cakupan yang lebih strategis. Hasilnya digunakan untuk menilai kesenjangan antara tujuan kebijakan dan realitas di lapangan, sekaligus menjadi dasar perbaikan desain kebijakan ke depan.
Mengapa Citizen Perception Study Semakin Relevan di 2026?
Laporan OECD menunjukkan bahwa kebijakan publik modern semakin menuntut legitimasi sosial yang kuat, terutama pada isu-isu sensitif seperti reformasi subsidi, kebijakan harga karbon, dan regulasi lingkungan. Tanpa pemahaman mendalam terhadap persepsi publik, kebijakan berisiko mengalami resistensi, rendahnya kepatuhan, hingga kegagalan implementasi.
Di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, keberagaman sosial dan tingkat literasi kebijakan yang berbeda-beda membuat persepsi publik menjadi variabel krusial. Persepsi publik membantu pemerintah mengidentifikasi kelompok masyarakat yang rentan terdampak, miskomunikasi kebijakan, serta narasi publik yang berkembang di ruang digital.
Pendekatan Metodologis dalam Citizen Perception Study
Agar kredibel, citizen perception study perlu dirancang dengan metodologi yang tepat. Pendekatan kuantitatif melalui survei nasional berguna untuk menangkap pola umum, sementara metode kualitatif seperti FGD dan wawancara mendalam membantu menggali konteks dan alasan di balik persepsi tersebut.
Instrumen pengukuran biasanya mencakup indikator kejelasan kebijakan, persepsi manfaat, keadilan distribusi dampak, serta tingkat kepercayaan terhadap pemerintah. Analisis segmentasi berdasarkan wilayah, demografi, dan tingkat sosial ekonomi menjadi kunci untuk menghasilkan insight yang dapat ditindaklanjuti.
Konteks Indonesia: Dari Persepsi ke Perbaikan Kebijakan
Dalam konteks Indonesia, citizen perception study dapat menjadi alat strategis untuk mendukung reformasi kebijakan yang inklusif. Misalnya, pada kebijakan lingkungan dan pertanian, persepsi petani, pelaku usaha, dan masyarakat lokal sering kali berbeda dengan asumsi pembuat kebijakan.
Dengan memanfaatkan citizen perception study, pemerintah dapat mengidentifikasi celah komunikasi kebijakan, menyesuaikan strategi sosialisasi, serta merancang insentif yang lebih selaras dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini juga relevan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap kebijakan jangka panjang yang dampaknya tidak langsung terasa.
Dari Insight ke Evidence-Based Decision Making
Nilai utama citizen perception study terletak pada kemampuannya menjembatani data dan kebijakan. Insight persepsi publik dapat dikombinasikan dengan data ekonomi, lingkungan, dan sosial untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih holistik.
Praktik ini sejalan dengan rekomendasi OECD yang menekankan pentingnya evaluasi kebijakan berbasis bukti dan partisipasi publik. Dengan demikian, Strategi ini bukan sekadar alat monitoring, tetapi bagian integral dari siklus perumusan, implementasi, dan evaluasi kebijakan.
Insight Sigma Research Indonesia
Citizen perception study merupakan instrumen strategis dalam riset kebijakan publik 2026. Dengan memahami persepsi warga secara sistematis, pemerintah dapat meningkatkan legitimasi, efektivitas, dan keberlanjutan kebijakan. Di era tuntutan transparansi dan partisipasi publik yang semakin tinggi, studi persepsi masyarakat menjadi jembatan penting antara negara dan masyarakat.
Ingin merancang studi persepsi masyaraka yang kredibel dan relevan untuk kebijakan publik di Indonesia? Hubungi Sigma Research Indonesia untuk solusi riset kebijakan berbasis data, metodologi kuat, dan insight yang dapat langsung diterjemahkan menjadi keputusan strategis. Hubungi Admin SRI Melalui Whatsapp Bisnis atau email info@sigmaresearch.co.id



