Mengapa AAU Framework Penting untuk Kolaborasi Brand
Kolaborasi multi-brand kini semakin populer. Tujuan brand tidak hanya menciptakan buzz, tetapi juga mendorong tindakan nyata konsumen. AAU framework membantu mengukur hal ini melalui tiga tahap: Awareness, Attitude, dan Usage. Dengan metode ini, brand tahu apakah kampanye benar-benar dikenal, dihargai, dan dipakai oleh target audiens.
Kolaborasi unik, seperti antara Chipotle dan Urban Outfitters atau Tecovas dengan Chili’s, menunjukkan ide kreatif yang memicu respons konsumen. AAU framework membantu mengevaluasi dampak kampanye tersebut secara sistematis.
Awareness: Kesadaran Konsumen terhadap Kolaborasi
Tahap pertama adalah Awareness seberapa jauh konsumen mengenal kolaborasi. Multi-brand crossover menarik perhatian karena memadukan elemen yang tidak biasa. Contohnya, Urban Outfitters dan Chipotle menghadirkan produk bertema burrito dan lampu berbentuk keripik. Ide ini unik sekaligus memicu percakapan di media sosial.
Metrik yang bisa dipakai termasuk jumlah tayangan, diskusi online, dan brand recall. Awareness tinggi penting, tetapi bukan jaminan penggunaan produk. Konten yang autentik dan relevan budaya membantu meningkatkan awareness organik melalui user-generated content.
Attitude: Sikap Konsumen terhadap Brand Kolaborasi
Setelah aware, tahap berikutnya adalah Attitude yaitu sikap konsumen terhadap kampanye. Respons Gen Z sangat bervariasi. Beberapa menyukai kreativitas kampanye, sementara sebagian lain mengkritik pesan yang ambigu. Hal ini wajar karena sikap konsumen terbentuk dari kesan pertama dan relevansi budaya.
Kolaborasi multi-brand bekerja lebih baik jika brand menyinkronkan nilai mereka. Misalnya, tema nostalgia, budaya pop, atau estetika Y2K bisa membangun attitude positif. Sikap ini penting karena menjadi jembatan dari awareness ke usage.
Usage: Perilaku Penggunaan Setelah Kampanye
Tahap terakhir adalah Usage. Konsumen mulai membeli atau menggunakan produk kolaborasi. Ini menandakan keberhasilan kampanye yang sesungguhnya. Brand bisa mengukur usage lewat penjualan, pembelian ulang, atau interaksi dengan produk secara digital maupun fisik.
Produk yang mudah diakses dan memberi nilai emosional mendorong usage lebih tinggi. Misalnya, American Eagle meluncurkan denim edisi terbatas yang relevan dengan tren Gen Z. Produk ini dijual di toko dan online sehingga memudahkan konsumen mencoba.
Mengintegrasikan AAU Framework
AAU framework efektif jika dikombinasikan dengan strategi komunikasi dan evaluasi kampanye berkelanjutan. Brand bisa menetapkan KPI untuk tiap elemen AAU. Misalnya, target awareness di Gen Z, sentimen positif untuk attitude, dan target penjualan untuk usage. Survei, social listening, dan analitik membantu brand memahami dampak kampanye jangka pendek dan panjang.
Quick Insight From Sigma Research
AAU framework membantu brand mengevaluasi kampanye kolaborasi secara menyeluruh. Dengan mengukur awareness, attitude, dan usage, brand bisa memastikan kampanye tidak hanya viral, tetapi juga mendorong tindakan nyata.
Ingin memaksimalkan efektivitas kampanye kolaborasi Anda? Sigma Research Indonesia merupakan partner terpercaya dalam melakukan riset AAU Framework. Saatnya brand anda memanfaatkan AAU Framework untuk strategi berbasis data dan insight yang tepat untuk target audiens Gen Z dan pasar global. Hubungi Admin SRI Melalui Whatsapp Bisnis atau email info@sigmaresearch.co.id



