“Bagaimana Market Research Menghasilkan Strategi Pemasaran yang Konsisten Sukses?”
Indofood sukses karena melakukan riset pasar mendalam, menerapkan STP (Segmenting–Targeting–Positioning), dan mengeksekusi marketing mix (4P) secara terukur berdasarkan data preferensi konsumen.
Ketika berbicara tentang perusahaan besar dengan strategi pemasaran yang konsisten berhasil selama puluhan tahun, PT Indofood Sukses Makmur Tbk selalu menjadi salah satu contoh terbaik. Namun, keberhasilan tersebut bukan kebetulan. Di balik brand legendaris seperti Indomie, Pop Mie, atau Mie Sedaap, terdapat proses market research yang sistematis — mulai dari memahami perilaku konsumen, pemetaan segmen, hingga evaluasi kampanye promosi.
1. Riset Pasar sebagai Pondasi Strategi Bisnis
Indofood tidak memulai strategi dengan asumsi. Perusahaan melakukan berbagai jenis riset pasar:
-
Survei preferensi rasa untuk menentukan varian baru.
-
Uji produk (concept & product test) sebelum skala produksi besar.
-
Riset harga (price sensitivity study) untuk menentukan harga terjangkau namun tetap profitabel.
-
Tracking brand awareness untuk mengukur kekuatan Indomie di berbagai wilayah.
Pendekatan riset ini membuat strategi mereka presisi dan minim risiko.
2. STP: Segmenting – Targeting – Positioning yang Berbasis Data
Keberhasilan Indomie berasal dari pemahaman yang sangat kuat terhadap konsumen Indonesia. Segmentasi dilakukan berdasarkan:
-
Demografi: usia, pekerjaan, kelas ekonomi.
-
Geografi: daerah urban vs rural.
-
Psikografi: gaya hidup cepat dan praktis.
-
Perilaku: preferensi rasa yang sangat lokal.
Dari hasil riset tersebut, Indofood memposisikan Indomie sebagai “mie instan yang cocok untuk semua selera Indonesia.”
3. 4P (Product, Price, Place, Promotion): Semua Dieksekusi Berdasarkan Insight Pasar
Market research mempengaruhi seluruh marketing mix:
Product
Varian rasa seperti Rendang, Ayam Bawang, Soto Banjar, atau Goreng Aceh tercipta karena taste test menunjukkan preferensi kuat terhadap rasa lokal.
Price
Harga Indomie ditetapkan setelah menganalisis elastisitas permintaan, sehingga tetap terjangkau semua kelas ekonomi.
Place (Distribusi)
Riset geografi memastikan produk mudah ditemukan di pasar tradisional, minimarket, supermarket besar, hingga warung kecil.
Promotion
Iklan, jingle, dan tagline “Indomie Seleraku” dibuat setelah riset menunjukkan bahwa emotional branding dan musik mudah melekat di konsumen.
4. Evaluasi Berkelanjutan: Kunci Brand Tetap Relevan
Indofood terus melakukan:
-
Brand health tracking
-
Customer satisfaction research
-
Loyalty & repeat purchase study
-
Competitor monitoring
Itulah alasan brand ini tidak hanya bertahan, tapi terus tumbuh.
Jika UMKM atau perusahaan besar ingin meniru keberhasilan Indofood, kuncinya adalah satu: Gunakan riset pasar sebelum membuat keputusan penting. Dengan pendekatan data-driven, strategi pemasaran lebih terukur, efisien, dan relevan dengan kebutuhan konsumen.
Untuk mendapatkan hasil riset pasar yang maksimal dan menyeluruh, men-cover banyak wilayah kota dan sub-urban di Indonesia, hubungi Sigma Research Indoensia. Diskusikan dengan tim ahli kami untuk hasil data dan analisa lebih maksimal.
Photo by: kompas.com



