Indofood menciptakan varian berdasarkan hasil riset preferensi rasa, uji produk, perilaku makan, dan analisis data pesaing.
Pengembangan produk tidak bisa menebak-nebak. Indofood adalah contoh perusahaan yang menjadikan consumer insight sebagai alat utama inovasi. Mereka bisa mengubah persepsi konsumen menjadi cita rasa khas tiap daerah dengan varian Indomie rasa nusantaranya dan memenuhi kebutuhan konsumen yang peduli akan harga tetap dengan menjaga harga produk Indomie berada di kalangan mid-low.
1. Riset Preferensi Rasa
Setiap peluncuran varian baru dimulai dari taste test dan concept test. Insight penting dari proses ini:
-
Konsumen lebih tertarik pada rasa lokal autentik.
-
Rasa pedas selalu memiliki performa tinggi.
-
Varian unik dapat menarik minat generasi muda.
Feeling saja tidak cukup, hal ini sangat menjadi perhatian bagi Indofood. Karena mengandalkan feeling di saat membahas rasa sangatnya kurang tepat. Tiap orang punya preferensi dan cita rasa yang berbeda levelnya, misal: tingkat kegurihan, tingkat kepedasan, dan lainnya. Hal ini perlu dilakukan riset atau survey yang menyeluruh dan merata, untuk mengetahui secara rel-time dan valid kondisi market yang sesungguhnya.
Mengetahui opini konsumen dari pendapat yang diposting di media sosial juga perlu diperhatiakan dan Indofood peduli akan itu.
2. Insight dari Pola Konsumsi Makanan
Data perilaku menunjukkan bahwa konsumen:
-
memilih Indomie sebagai makanan darurat dan makanan nyaman (comfort food),
-
menyukai mie yang mudah diolah,
-
sering menambahkan topping sendiri.
Insight ini membuat Indomie merilis varian Goreng Spesial, Ayam Geprek, dan lainnya. Bukan karena ikut-ikutan tren, namun karena insight yang didapat adalah real-time dan setiap strategi berlandaskan data driven. Hal ini yang menjadikan Indofood bukan cuma pionir, tetapi juga pemain kuat di kalangan mi instan.
3. Insight Harga dan Isi (portion size)
“makan 1 bungkus indomie goreng kurang, makan 2 kekenyangan”.
Pernah mendengar atau melihat kalimat ini berseliweran di media sosial? Terutama di kalangan anak rantau atau anak kos, hal ini menjadi polemik. Indofood tidak diam saja, namun sigap membaca hal yang bisa menjadi insight produk inovasi mereka.
Hasil riset menunjukkan bahwa ukuran porsi standar sudah tepat, tetapi pasar tertentu menyukai ukuran jumbo. Inilah dasar strategi produk Indomie Jumbo.
4. Insight dari Komunitas Konsumen
Indomie mendengarkan aspirasi komunitas melalui:
-
media sosial,
-
forum kuliner,
-
dan kampanye UGC (user-generated content).
Insight ini mempengaruhi pengembangan varian baru berbasis tren. Indofood paham betul bahwa tren menjadi hal yang menarik kalangan generasi muda saat ini, gen Z. Mereka tumbuh dan berkembang bersama dengan tren, atau yang biasa disebut FOMO. Memanfaatkan fenomena FOMO adalah hal cantik yang dilakukan Indofood sehingga produknya akan lekat dengan beragam generasi mulai dari generasi baby boomer hingga gen Z.
Produk yang sukses selalu berawal dari insight yang akurat. Indofood membuktikan bahwa inovasi terbaik datang dari mendengarkan konsumen. Hubungi Sigma Research Indonesia via Whatsapp untuk berdiskusi dengan tim Ahli kami tentang riset yang akurat untuk pengembangan produk bisnis Anda.



