Market Entry Memanas di 2025
Memasuki akhir 2025, gelombang ekspansi global kembali menguat. Brand internasional melihat pasar berkembang bukan hanya sebagai wilayah pertumbuhan, tetapi sebagai pusat inovasi perilaku konsumen—di mana adopsi digital tinggi, dinamika kompetisi cepat berubah, dan konsumen semakin terbuka terhadap brand baru selama mereka menawarkan value, relevansi lokal, dan kepercayaan.
Faktor yang mempercepatnya:
-
Kemudahan distribusi digital dan e-commerce lintas negara.
-
Regulasi yang mulai melonggar di beberapa kategori (fintech, beauty, F&B).
-
Konsumen yang makin value-seeking namun tetap aspiratif.
Hasilnya: 2025 menjadi salah satu tahun paling menarik bagi strategi market entry.
Mengapa Brand Global Masuk Lebih Agresif di Pasar Berkembang?
1. Pertumbuhan Demand Masih Konsisten
Meskipun ekonomi global fluktuatif, banyak negara berkembang menunjukkan pemulihan konsumsi yang kuat, terutama di kategori:
-
FMCG premium
-
Beauty & personal care
-
F&B modern
-
Fintech & pembayaran digital
-
Mobility & transportasi online
Populasi muda dan middle-class yang berkembang membuat pasar ini lebih tahan terhadap guncangan.
2. Digitalisasi Distribusi: Hambatan Masuk Lebih Rendah
Dulu, distribusi fisik adalah penghalang utama. Pada 2025, brand bisa masuk hanya dengan:
-
Operasi e-commerce cross-border
-
Kolaborasi marketplace
-
Live commerce dan influencer lokal
-
Distribusi micro-fulfillment
Ini menurunkan biaya ekspansi awal.
3. Kompetisi Lokal yang Makin Matang
Brand lokal tumbuh sangat cepat—terutama di Asia dan Afrika. Ironisnya, hal ini mendorong brand global untuk masuk cepat agar tidak kehilangan mindshare.
Tantangan Utama Market Entry 2025
Masuk ke pasar berkembang tetap bukan tanpa risiko.
1. Regulasi dan Kepatuhan
Kategori seperti fintech, kesehatan, makanan-minuman, dan data digital tetap memiliki hambatan besar:
-
Perizinan multi-level
-
Standar keamanan & kualitas
-
Regulasi data & privasi yang berbeda-beda
2. Cultural Fit & Product Fit
Banyak brand global gagal karena tidak memahami:
-
Selera lokal
-
Bahasa, simbol, norma sosial
-
Kebiasaan penggunaan produk
Adaptasi kecil seperti rasa, kemasan, atau tone komunikasi sering menentukan sukses atau tidaknya sebuah ekspansi.
3. Fragmentasi Kanal & Harga Sensitif
Konsumen 2025 lebih rasional dan sensitif terhadap harga, namun tetap mencari nilai yang tepat.
Brand harus siap dengan:
-
Pricing adaptif
-
Penawaran bundling
-
Produk entry-level untuk akuisisi konsumen baru
Strategi Market Entry Modern (Berbasis Data) 2025
1. Partner Lokal sebagai “Shortcut” Pasar
Kolaborasi dengan pemain lokal mempercepat:
-
Distribusi
-
Perizinan
-
Adaptasi produk
-
Kepercayaan konsumen
Ini terbukti efektif di FMCG, fintech, dan F&B.
2. Go-to-Market Digital: Hyperlocal & Creator-led
GTM 2025 tidak lagi bergantung pada iklan massal. Strategi yang bekerja:
-
Live commerce
-
Influencer dan KOL lokal
-
Avatar AI untuk efisiensi konten
-
Komunitas niche (hobby, skincare, gaming, foodies)
3. Model Operasi Fleksibel
Brand global kini memakai:
-
Test market 3–6 bulan via e-commerce
-
Pilot partnership dengan retailer lokal
-
Fast-cycle product iteration (setiap 60–90 hari)
Studi Kasus Market Entry 2024–2025
1. Fintech Internasional Masuk Asia Tenggara
Ekspansi fintech memperlihatkan pola keberhasilan:
-
Akuisisi pemain lokal
-
Pemanfaatan komunitas investor & edukasi finansial
-
Kolaborasi regulator sejak awal
2. FMCG & Beauty: Kemenangan Adaptasi Lokal
Brand-brand global berhasil ketika:
-
Mengadaptasi formula
-
Meluncurkan varian khusus pasar Asia
-
Menggunakan pendekatan “digital sampling” & UGC reviews
3. Mobility & F&B: Pembelajaran dari Kegagalan
Beberapa brand gagal karena:
-
Over-investment di awal
-
Tidak memahami kompetisi lokal
-
Tidak mampu menyesuaikan pricing
Market entry 2025 bukan sekadar ekspansi geografis—tetapi konteks baru mengenai kecepatan, adaptasi, digital-first operation, dan pemahaman mendalam terhadap konsumen.
Brand yang siap merespons data secara real-time adalah yang akan menang. Hubungi Sigma Research Indonesia untuk mendapatkan data real-time hasil survei atau riset yang tepat ke market yang sesuai.



