Memasuki tahun 2025, kesempatan bisnis global semakin besar untuk memasuki pasar berkembang. Namun, strategi global market entry yang sukses kini menghadapi tantangan baru. Perubahan cepat perilaku konsumen, pertumbuhan digital, dan dominasi kanal baru seperti video commerce menuntut perusahaan untuk menyusun pendekatan yang adaptif dan berbasis data.
Pahami Dinamika Pasar Digital Terlebih Dahulu
Sebelum menetapkan strategi market entry, perusahaan harus memahami struktur pasar digital target. Di kawasan Asia Tenggara, ekonomi digital diperkirakan akan terus tumbuh dan mencapai tonggak signifikan pada 2025. Laporan e-Conomy SEA 2025 memperkirakan nilai ekonomi digital Asia Tenggara yang mencapai triliunan dolar AS dengan pertumbuhan tahunan yang stabil.
Indonesia, sebagai salah satu pasar terbesar di kawasan, menunjukkan pertumbuhan e-commerce yang pesat. Nilai transaksi digital diperkirakan mendekati US$100 miliar pada tahun tersebut, dengan pertumbuhan dua digit. Pemahaman akan dinamika ini penting agar strategi market entry tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga cara konsumen berinteraksi dengan platform digital.
Fokus pada Perilaku Konsumen Digital
Perilaku konsumen kini berubah lebih cepat daripada sebelumnya. Untuk pasar berkembang seperti Indonesia, video commerce telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan e-commerce. Volume transaksi melalui format video interaktif melonjak hingga 90% dalam setahun terakhir dan mencapai sekitar 2,6 miliar transaksi.
Perusahaan yang hendak masuk ke pasar berkembang wajib memahami apa yang membuat konsumen tertarik berinteraksi dengan konten video sebelum membeli. Analisis ini bukan sekadar menunjukkan angka pertumbuhan, tetapi juga mengungkap faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian, seperti daya tarik konten visual dan peran kreator lokal dalam membangun kepercayaan terhadap produk.
Pilih Model Entry yang Tepat
Ada beberapa model market entry yang dapat dipilih tergantung pada tujuan dan sumber daya perusahaan. Model umum mencakup:
- Ekspor Langsung
Metode ini cocok untuk uji pasar awal karena risiko dan biaya relatif lebih rendah. Ekspor langsung menawarkan kesempatan untuk melihat respons pasar tanpa investasi skala besar.
- Joint Venture
Menjalin kemitraan dengan perusahaan lokal dapat membantu perusahaan memahami pasar lebih cepat. Wawasan lokal sering kali mempercepat adaptasi strategi pemasaran dan distribusi.
- Akuisisi atau Investasi Lokal
Perusahaan mungkin memilih untuk mengakuisisi pemain lokal atau berinvestasi pada startup yang sudah memiliki basis konsumen. Ini mempercepat penetrasi pasar dan mengurangi risiko kesalahan strategi awal.
Pemilihan model harus didasarkan pada riset pasar mendalam yang mencakup budaya konsumen, tenaga distribusi, serta struktur biaya dan regulasi lokal.
Adaptasi Produk dan Penawaran untuk Relevansi Lokal
Masuk ke pasar berkembang bukan berarti membawa produk global dan berharap konsumen langsung menerimanya. Setiap pasar memiliki kebutuhan unik. Misalnya, konsumen di Asia Tenggara sering kali menilai nilai produk berdasarkan harga, kualitas, serta fitur yang relevan dengan gaya hidup digital mereka.
Perusahaan perlu menyesuaikan fitur produk, harga, dan bahkan strategi pemasaran agar sesuai dengan ekspektasi konsumen setempat. Ini mencakup pemilihan bahasa, mode pembayaran yang populer, hingga dukungan pelanggan yang responsif terhadap kebiasaan lokal.
Gunakan Strategi Digital dan Omnichannel
Era digital telah meredefinisi cara konsumen menemukan dan membeli produk. Strategi market entry yang efektif harus memasukkan kanal digital sebagai bagian inti dari rencana penetrasi pasar. Perusahaan harus menggabungkan kehadiran online dengan pengalaman belanja offline untuk menciptakan omnichannel experience yang mulus.
Analisis tren digital seperti adopsi media sosial, peningkatan penggunaan perangkat mobile, serta perilaku pencarian online dapat membantu bisnis menyusun strategi pemasaran yang bersinergi dengan kebutuhan konsumen digital. Data lokal dan analitik sangat membantu dalam mengevaluasi efektivitas setiap kanal.
Hindari Perang Harga yang Tidak Perlu
Di pasar berkembang, kompetisi sering terjadi pada harga. Namun, perang harga dapat merugikan profitabilitas jangka panjang dan menurunkan persepsi kualitas merek. Sebagai gantinya, perusahaan perlu menonjolkan nilai tambah unik seperti layanan pelanggan yang cepat, fitur produk inovatif, atau kemudahan transaksi yang lebih baik.
Strategi ini akan membantu menciptakan diferensiasi merek yang kuat sehingga perusahaan tidak terjebak pada persaingan harga semata, tetapi pada nilai dan pengalaman yang ditawarkan kepada konsumen.
Lakukan Riset Untuk Global Market Entry
Global market entry di tahun 2025 semakin kompleks karena disrupsi perilaku konsumen digital dan pertumbuhan ekonomi digital di pasar berkembang seperti Asia Tenggara. Perusahaan yang ingin unggul perlu memahami dinamika pasar lokal, menyesuaikan produk, memilih model entry yang tepat, serta mengadopsi strategi digital yang relevan. Insight menjadi kunci untuk menyusun keputusan yang efektif dan adaptif.
Dengan pendekatan yang matang dan berbasis data, perusahaan tidak hanya memasuki pasar berkembang tetapi juga mampu menang dalam kompetisi global di tengah perubahan cepat perilaku konsumennya. Lakukan riset Market Entry dengan Sigma Research Indonesia, dengan riset berbasis insight data membantu brand anda menentukan strategi yang tepat untuk melakukan Market Entry. Hubungi Admin SRI Melalui Whatsapp Bisnis atau email info@sigmaresearch.co.id



