Indonesia dinobatkan sebagai negara paling gemar tidur di dunia pada 2025 berdasarkan IKEA Sleep Report, sebuah studi global yang melibatkan lebih dari 55.000 responden di 57 negara.
Tidur sering dianggap sebagai aktivitas pasif, padahal bagi banyak orang, tidur adalah fondasi kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup. Menariknya, hasil studi global terbaru menunjukkan bahwa Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara paling gemar tidur di dunia pada tahun 2025.
Temuan ini berasal dari IKEA Sleep Report 2025, sebuah riset global yang melibatkan lebih dari 55.000 responden di 57 negara. Laporan ini tidak hanya mengukur durasi tidur, tetapi juga persepsi, kualitas istirahat, dan peran tidur dalam kehidupan sehari-hari.
Artikel ini membahas data utama dari laporan tersebut, mengapa Indonesia menonjol secara global, serta apa maknanya bagi gaya hidup dan kesehatan masyarakat.
Sekilas tentang IKEA Sleep Report 2025
IKEA Sleep Report merupakan studi tahunan yang dirancang untuk memahami bagaimana orang di seluruh dunia memandang dan menjalani aktivitas tidur. Pada edisi 2025, studi ini menyoroti beberapa aspek utama:
-
Seberapa penting tidur bagi kehidupan sehari-hari
-
Kesenjangan antara durasi tidur ideal dan aktual
-
Kualitas tidur dan faktor yang memengaruhinya
-
Perbedaan pola tidur antar negara dan budaya
Pendekatan ini membuat laporan IKEA tidak hanya relevan secara statistik, tetapi juga kontekstual secara sosial dan budaya.
Indonesia Peringkat Pertama Negara Paling Gemar Tidur

Salah satu temuan paling mencolok dari IKEA Sleep Report 2025 adalah posisi Indonesia sebagai negara paling gemar tidur di dunia, dengan 73% responden menyatakan bahwa mereka menyukai tidur dan menganggapnya sangat penting.
Untuk konteks global, berikut perbandingan negara dengan persentase tertinggi:
-
Indonesia – 73%
-
Thailand – 71%
-
Filipina – 68%
-
Singapura – 66%
-
Mesir – 65%
Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki apresiasi yang sangat tinggi terhadap tidur, bahkan dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia maupun global.
Apa Arti “Gemar Tidur” dalam Studi Ini?
Penting untuk dicatat bahwa “gemar tidur” bukan berarti malas atau tidur berlebihan. Dalam konteks IKEA Sleep Report, istilah ini merujuk pada:
-
Pandangan positif terhadap tidur
-
Kesadaran bahwa tidur adalah kebutuhan penting
-
Anggapan bahwa tidur berperan besar dalam pemulihan fisik dan mental
Dengan kata lain, masyarakat Indonesia secara budaya dan personal menghargai tidur sebagai bagian penting dari keseharian.
Tidur sebagai Alat Pemulihan dan Keseimbangan Hidup
Laporan IKEA menunjukkan bahwa mayoritas responden global memandang tidur sebagai:
-
Waktu untuk memulihkan energi
-
Sarana menjaga kesehatan mental
-
Penyeimbang tekanan hidup sehari-hari
Di Indonesia, pandangan ini terlihat lebih kuat. Tidur tidak hanya dipahami sebagai kebutuhan biologis, tetapi juga sebagai cara untuk menjaga keseimbangan hidup, terutama di tengah tekanan pekerjaan, kemacetan, dan tuntutan sosial.
Paradoks Global: Suka Tidur, tapi Kurang Tidur
Menariknya, IKEA Sleep Report 2025 juga menemukan paradoks global:
Banyak orang menyukai tidur, tetapi tidak mendapatkan tidur yang cukup.
Secara global, terdapat kesenjangan rata-rata sekitar 1 jam lebih sedikit antara durasi tidur yang diinginkan dan yang benar-benar didapatkan setiap malam. Hal ini dipengaruhi oleh:
-
Stres pekerjaan
-
Penggunaan gawai sebelum tidur
-
Lingkungan tidur yang kurang ideal
-
Pola hidup yang tidak teratur
Artinya, meskipun Indonesia dinobatkan sebagai negara paling gemar tidur, tantangan kualitas dan durasi tidur tetap relevan.
Mengapa Temuan Ini Penting untuk Dibahas
Data dari IKEA Sleep Report 2025 memberikan beberapa implikasi penting:
-
Tidur semakin diakui sebagai indikator kualitas hidup
-
Kesadaran publik tentang kesehatan tidur meningkat
-
Ada peluang besar untuk edukasi sleep hygiene
-
Topik tidur relevan untuk diskusi kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan
Bagi media, brand, dan pembuat kebijakan, insight ini membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang gaya hidup sehat berbasis data.
Faktanya!
Indonesia menjadi negara paling gemar tidur di dunia pada 2025 bukan sekadar trivia menarik. Temuan ini mencerminkan:
-
Tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tidur
-
Perubahan cara pandang terhadap kesehatan dan keseimbangan hidup
-
Relevansi tidur sebagai isu sosial dan kesehatan global
Namun, tantangan selanjutnya bukan hanya mencintai tidur, melainkan bagaimana memastikan kualitas dan durasi tidur yang benar-benar optimal.
Call Sigma Research Indonesia
Brand Anda memiliki dampak terhadap insight ini? Atau ingin melakukan riset seperti ini agar mendapat POV dari insight yang berbasis data real-time? Hubungi Admin SRI untuk terhubung dengan tim profesional Sigma Research Indonesia dan berdiskusi lebih detail tentang riset yang sesuai.


