Fenomena Kelas Menengah Turun di Indonesia
Dalam beberapa tahun terakhir, data resmi menunjukkan bahwa jumlah penduduk di kelompok kelas menengah menurun signifikan. Menurut laporan, populasi kelas menengah turun dari sekitar 57,33 juta jiwa pada 2019 menjadi 47,85 juta jiwa pada 2024. Penurunan ini berdampak luas, terutama terhadap daya beli dan preferensi konsumen. Bagi pelaku retail dan e-commerce, fenomena kelas menengah turun memaksa penyesuaian strategi agar tetap relevan di tengah perubahan struktur pasar.
Seberapa Besar Penurunan & Implikasi Ekonomi
-
Periode 2019-2024 menunjukkan penurunan kelas menengah sebanyak sekitar 9,48 juta jiwa.
-
Penurunan ini disebabkan oleh kombinasi faktor: inflasi tinggi, tekanan ekonomi, perubahan pekerjaan, dan meningkatnya beban hidup.
-
Akibatnya, daya beli masyarakat melemah, konsumsi bergeser ke kebutuhan pokok atau produk value-for-money, sementara pembelian barang non-esensial makin ditekan.
Untuk sektor retail dan e-commerce, ini berarti target pasar utama menyusut sehingga strategi harga, produk, dan komunikasi harus disesuaikan agar tetap menarik bagi konsumen yang lebih berhati-hati dalam pengeluaran.
Dampak terhadap Pola Konsumsi dan Preferensi Belanja
Saat kelas menengah turun, pola konsumsi berubah:
-
Konsumen semakin selektif — mereka lebih memperhatikan harga dan value daripada merek atau status.
-
Downtrading (alih ke produk lebih murah) semakin umum. Retail yang menawarkan value-for-money atau diskon menjadi lebih menarik.
-
Frekuensi belanja mungkin tetap, tapi jumlah belanja per transaksi menurun — konsumen mencari penawaran terbaik.
-
Kesetiaan brand menurun jika harga naik atau nilai tidak sepadan; loyalitas kini bergantung pada value nyata.
Artinya, brand atau retail yang tetap mempertahankan harga tinggi tanpa adaptasi bisa kehilangan pangsa pasar.
Strategi Adaptasi untuk Retail & E-Commerce di Era Turunnya Kelas Menengah
Bagi pelaku usaha, berikut strategi yang bisa dipertimbangkan:
1. Fokus pada Value-for-Money & Produk Esensial
Prioritaskan produk dengan kebutuhan dasar, atau produk yang menawarkan fungsi maksimal dengan harga terjangkau.
2. Paket dan Bundling Hemat
Tawarkan paket hemat: bundel produk penting dengan diskon, atau promosi bulk purchase agar konsumen merasa hemat.
3. Promosi dan Diskon Tepat Sasaran
Gunakan data demografi dan perilaku untuk menargetkan konsumen yang paling sensitif terhadap harga. Promo bisa meningkatkan conversion meskipun daya beli turun.
4. Omnichannel & Efisiensi Operasional
Gabungkan saluran online dan offline untuk efisiensi distribusi dan biaya untuk memungkinkan harga kompetitif tanpa mengorbankan margin terlalu besar.
5. Transparansi dan Nilai Jangka Panjang
Tekankan pada kualitas, durabilitas, dan manfaat jangka panjang agar konsumen merasa membeli bijak, bukan sekadar murah.
Risiko Tidak Beradaptasi: Who Loses & Who Wins
Retail atau e-commerce yang gagal menyesuaikan strategi menghadapi beberapa risiko:
-
Penurunan penjualan secara signifikan — pangsa pasar kelas menengah menyusut.
-
Stok menumpuk jika produk premium tidak laku.
-
Merosotnya loyalitas konsumen — konsumen memilih brand lain yang lebih value-oriented.
-
Penurunan daya saing dibanding brand yang gesit adaptasi.
Sebaliknya, retailer yang cepat menyesuaikan akan mendapatkan keuntungan kompetitif di segmen yang semakin sensitif terhadap harga dan value.
Penurunan jumlah kelas menengah di Indonesia menjadi fakta yang berdampak besar bagi industri retail & e-commerce. Namun, perubahan ini bukan berarti krisis bagi semua brand. Dengan strategi adaptif, fokus pada value, efisiensi, omnichannel, dan pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen sehingga peluang baru tetap terbuka lebar.
Lakukan Riset Bersama Sigma Research Indonesia
Untuk menganalisis perubahan yang terjadi pada konsumen diperlukan riset, dan merancang strategi omnichannel untuk strategi bisnis yang lebih efektif dengan memanfaatkan online dan offline store. Sigma Research Indonesia siap membantu anda dalam melakukan riset omnichannel untuk merancang strategi bisnis anda agar lebih efektif. Hubungi Admin SRI Melalui Whatsapp Bisnis atau Email info@sigmaresearch.co.id



