Dalam riset brand dan perilaku konsumen, membedah attitude konsumen menjadi langkah penting. Sikap konsumen mencerminkan evaluasi, perasaan, dan kecenderungan seseorang terhadap merek, produk, atau pengalaman pembelian. Memahami attitude ini memungkinkan perusahaan merancang strategi yang tepat, meningkatkan loyalitas, dan memaksimalkan keputusan pembelian di era digital, terutama di pasar Asia Tenggara yang sangat dipengaruhi oleh interaksi online.
Apa Itu Attitude Konsumen?
Attitude konsumen merupakan evaluasi konsumen terhadap merek yang memengaruhi keputusan pembelian. Ada tiga komponen utama:
-
Kognitif: keyakinan dan pengetahuan konsumen tentang produk.
-
Afektif: perasaan atau emosi terhadap merek, positif atau negatif.
-
Konatif: niat atau kecenderungan perilaku sebagai akibat penilaian konsumen.
Sikap bukan sekadar menyukai merek, tetapi mencerminkan proses evaluasi sebelum membeli.
Faktor yang Mempengaruhi Attitude Konsumen
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi Attitude Konsumen, diantaranya:
- Pengalaman Langsung
Pengalaman nyata dengan produk atau layanan membentuk sikap. Kepuasan menciptakan sikap positif, sedangkan pengalaman buruk dapat menurunkan citra merek.
- Informasi dan Iklan
Pesan pemasaran yang tepat membentuk persepsi positif. Informasi digital, termasuk video commerce, sangat memengaruhi attitude konsumen di era digital.
- Pengetahuan Konsumen
Semakin banyak konsumen mengetahui produk atau merek, semakin valid sikap yang terbentuk. Pengetahuan ini bisa dari pengalaman, review, atau riset independen.
- Sosial dan Budaya
Nilai budaya, norma sosial, dan rekomendasi dari lingkungan sosial membentuk sikap konsumen secara tidak langsung.
Mengapa Attitude Konsumen Penting?
Sikap konsumen berdampak besar pada keputusan beli. Konsumen dengan sikap positif lebih mungkin memilih merek dibanding pesaing, meningkatkan loyalitas, repeat purchase, dan rekomendasi dari mulut ke mulut. Dalam pasar digital SEA, interaksi online dan review video commerce membentuk sikap konsumen bahkan sebelum penggunaan produk.
Hubungan Antara Attitude, Awareness, dan Usage
Attitude konsumen muncul setelah awareness terbentuk. Sikap positif menjembatani kesadaran awal dan tindakan penggunaan (usage). Contoh: konsumen mengenal merek smartphone (awareness), menilai fitur dan reputasi (attitude), lalu membeli (usage).
Metode Analisis Attitude Konsumen
-
Survei Skala Likert: Mengukur tingkat kesetujuan responden.
-
Focus Group Discussion (FGD): Insight mendalam tentang motivasi dan emosi.
-
Analisis Sentimen Digital: Data media sosial dan review online real‑time.
Strategi Meningkatkan Attitude Konsumen
-
Komunikasi merek konsisten dan relevan
-
Tingkatkan kualitas pengalaman pelanggan
-
Gunakan influencer sesuai target segmen
-
Sajikan konten edukatif dan menarik di platform digital
Langkah ini membantu meningkatkan sikap positif konsumen dan loyalitas jangka panjang.
Kesimpulan
Membedah attitude konsumen adalah kunci untuk memahami perilaku pembeli. Sikap konsumen terbentuk dari pengalaman, informasi, pengetahuan, dan pengaruh sosial. Memahami sikap ini membantu brand mengambil keputusan strategis, meningkatkan loyalitas, dan mendorong pembelian yang konsisten, terutama di era digital dengan penetrasi online yang tinggi.
Pahami konsumen anda melalui riset AAU Study bersama Sigma Research Indonesia. Selama 18 tahun telah membantu banyak brand lokal dan global dalam melakukan riset AAU Study. Hubungi Admin SRI Melalui Whatsapp Bisnis atau email info@sigmaresearch.co.id



