Menata Ulang Target Market saat Kelas Menengah Menyusut

Menata Ulang Target Market di Tengah Perubahan Konsumen

Penurunan daya beli membuat banyak bisnis perlu menata ulang target market agar tetap relevan. Data menunjukkan bahwa kelas menengah Indonesia mengalami tekanan signifikan akibat inflasi, naiknya cicilan, dan stagnasi pendapatan. Kondisi ini memengaruhi preferensi belanja, loyalitas merek, hingga pola pembelian di berbagai kategori. Di situasi ini, memperbarui target market bukan lagi pilihan, tetapi langkah strategis untuk mempertahankan daya saing.

Perubahan Perilaku Kelas Menengah Karena Tekanan Finansial

Tekanan finansial menyebabkan konsumen lebih berhati-hati dalam menentukan prioritas. Kategori yang bersifat “keinginan” mengalami penurunan, sementara kategori “kebutuhan” tetap stabil. Bahkan, beberapa rumah tangga menunda pembelian besar dan beralih ke barang yang lebih ekonomis.

Perubahan ini menciptakan pola konsumsi baru:

  • Lebih sering membandingkan harga.

  • Beralih ke merek value atau privat label.

  • Meningkatnya minat pada promo dan diskon.

  • Penurunan belanja impulsif, terutama di e-commerce.

Bagi brand, ini adalah sinyal bahwa pendekatan lama tidak lagi efektif. Memperbarui target market menjadi kebutuhan mendesak.

Brand Perlu Melakukan Segmentasi Ulang

Dengan kondisi menyusutnya kelas menengah brand perlu melakukan segmentasi ulang karena tidak bisa hanya mengandalkan kelas menengah sebagai pondasi utama revenue, berikut langkah strategis yang harus diprioritasikan.

1. Re-Segmentasi Berdasarkan Kemampuan Belanja Terbaru

Alih-alih menggunakan asumsi lama, brand perlu memperbarui segmentasi berdasarkan:

  • willingness to pay

  • sensitivitas harga

  • prioritas kategori

  • preferensi channel

Analisis ini membantu menentukan produk mana yang harus dipertahankan, dikurangi, atau disesuaikan harganya.

2. Menghadirkan Value, Bukan Hanya Harga Murah

Konsumen kini tidak sekadar mencari harga terendah. Mereka ingin produk yang:

  • tahan lama

  • multifungsi

  • memiliki kualitas terjamin

Brand yang bisa memberikan value jelas akan lebih mudah mempertahankan kepercayaan konsumen.

3. Optimalisasi Portofolio Produk

Konsumen cenderung turun kelas kategori. Misalnya: dari premium ke mid, dari mid ke value. Brand wajib menata ulang target market dengan mengalokasikan inovasi ke segmen yang masih bertahan atau tumbuh.

Strategi Omnichannel Perlu Disesuaikan dengan Realitas Baru

Perubahan perilaku kelas menengah berdampak langsung pada strategi channel. Konsumen kini:

  • lebih memilih toko offline untuk produk kebutuhan sehari-hari,

  • menggunakan e-commerce untuk transaksi terencana, bukan impulsif,

  • mengurangi frekuensi checkout karena menahan pengeluaran.

Brand perlu menjawab perubahan ini dengan:

  • memperkuat distribusi di kota lapis kedua,

  • mengoptimalkan bundling dan promo di e-commerce,

  • menghadirkan pengalaman toko yang efisien dan value-oriented.

Menata ulang target market berarti menyesuaikan alokasi investasi channel dengan perilaku terbaru.

Saatnya Menata Ulang Target Market Secara Data Driven

Penyusutan kelas menengah yang terjadi bukan sekedar tren sementara, tapi perubahan yang struktural yang mempengaruhi perilaku konsumen. Pada situasi ini brand perlu melakukan penataan ulang target konsumen mereka agar strategi yang digunakan tetap relevan dan efektif. Dalam melakukan penataan ulang diperlukan riset berbasis data dan mengubahnya menjadi insight untuk merancang strategi yang baru dengan kondisi yang berubah tersebut.

Dalam melakukan riset diperlukan partner yang profesional dalam melakukan riset. Sigma Research Indonesia selama 17 tahun berkarya telah membantu banyak brand baik lokal maupun global bersama dengan tim profesional. Saatnya beradaptasi untuk tetap relevan dan mampu bersaing dipasar dengan riset berbasis data driven. Hubungi Admin SRI Melalui Whatsapp Bisnis atau email info@sigmaresearch.co.id

Our Free Reports

Our Premium Reports

Most Recent Posts

  • All Post
  • Bisnis Indonesia
  • Business & Management Consulting
  • Business Consulting
  • Development
  • Investment
  • Kabar Terkini
  • Keuangan dan Finansial
  • Konsultan Riset
  • Management Consulting
  • Marketing
  • MBS
  • Mystery Shopping
  • Research indonesia
  • Riset Indonesia
  • Riset Pasar
  • Strategies
  • Trend Bisnis
  • Trend teknologi dan platform digital
    •   Back
    • Market Research
    • Agency Market Research