Mengukur awareness dan usage merupakan langkah krusial bagi brand yang meluncurkan produk baru di era digital. Awareness menunjukkan sejauh mana konsumen mengenal sebuah produk, sementara usage menggambarkan apakah pengenalan tersebut benar-benar mendorong penggunaan atau pembelian. Tanpa pengukuran yang tepat, brand berisiko salah menilai keberhasilan kampanye digital dan gagal memahami respons pasar secara utuh. Di tengah perubahan perilaku konsumen Indonesia pada 2025, pendekatan berbasis data menjadi semakin relevan untuk memastikan strategi pemasaran berjalan efektif.
Mengapa Mengukur Awareness dan Usage Penting?
Mengukur awareness dan usage membantu brand melihat dua sisi yang saling melengkapi. Awareness yang tinggi menandakan pesan komunikasi tersampaikan dengan baik, tetapi usage memberikan bukti apakah pesan tersebut mampu memengaruhi perilaku konsumen.
Berdasarkan survei konsumen global, konsumen saat ini lebih selektif dalam mencoba produk baru dan membutuhkan alasan yang jelas sebelum beralih dari merek yang sudah mereka kenal. Hal ini membuat pengukuran usage menjadi indikator penting untuk menilai keberhasilan adopsi produk di pasar.
Awareness: Tahap Awal Membangun Pasar
Awareness adalah fondasi dari perjalanan konsumen. Produk baru tidak akan dipertimbangkan jika konsumen belum mengenalnya. Kampanye digital, influencer marketing, dan konten media sosial berperan besar dalam membangun awareness secara cepat dan luas.
Di Indonesia, media digital menjadi sumber utama informasi produk, terutama bagi konsumen muda yang aktif di platform visual dan video pendek. Awareness yang kuat biasanya ditandai dengan tingginya reach, recall merek, dan percakapan organik di media sosial.
Usage: Bukti Dampak Nyata di Pasar
Jika awareness berbicara tentang “dikenal”, maka usage berbicara tentang “digunakan”. Usage mencerminkan seberapa jauh konsumen bersedia mencoba dan mengadopsi produk baru dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam banyak kasus, brand menemukan adanya kesenjangan antara awareness dan usage. Konsumen mungkin mengenal produk, tetapi belum tentu menggunakannya karena faktor harga, kebutuhan, atau persepsi nilai. Oleh karena itu, mengukur awareness dan usage secara bersamaan membantu brand memahami hambatan yang terjadi di tengah funnel pemasaran.
Tantangan dalam Mengukur Awareness dan Usage
Terdapat tantangan yang dihadapi dalam mengukur Awareness dan Usage diantaranya:
- Fragmentasi Kanal Digital
Konsumen kini tersebar di berbagai platform digital. Hal ini membuat pengukuran awareness harus mencakup berbagai kanal agar hasilnya representatif.
- Gap antara Sikap dan Perilaku
Konsumen bisa saja tertarik pada produk baru, tetapi belum tentu langsung menggunakannya. Gap ini perlu dianalisis agar strategi komunikasi dan distribusi dapat disesuaikan.
Pendekatan Efektif Untuk Mengukur Awareness dan Usage
Brand dapat memanfaatkan survei konsumen, social listening, dan data penjualan untuk mengukur awareness dan usage secara terintegrasi. Survei membantu menangkap persepsi dan ingatan konsumen, sementara data transaksi menunjukkan perilaku aktual di pasar.
Pendekatan ini selaras dengan tren riset konsumen yang menekankan integrasi data kuantitatif dan kualitatif untuk menghasilkan insight yang lebih mendalam.
Implikasi Strategis bagi Brand
Hasil pengukuran awareness dan usage dapat menjadi dasar untuk menyempurnakan strategi komunikasi, penentuan channel, hingga pengembangan produk. Brand dapat memfokuskan investasi pada area yang benar-benar mendorong penggunaan, bukan hanya eksposur semata.
Di pasar Indonesia, pendekatan ini penting untuk memastikan produk baru tidak hanya viral, tetapi juga relevan dan digunakan oleh konsumen dalam jangka panjang.
Saatnya Ukur Awareness dan Usage Anda Untuk Strategi Yang Lebih Efektif Terhadap Peluncuran Produk Baru
Dengan menerapkan strategi tersebut dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang efektivitas peluncuran produk baru. Awareness menunjukkan seberapa kuat pesan brand diterima, sedangkan usage memastikan apakah pesan tersebut berdampak pada perilaku nyata konsumen. Tanpa kedua metrik ini, evaluasi kampanye digital menjadi tidak lengkap.
Lakukan pengukuran Studi AAU bersama Sigma Research Indonesia, selama 17 tahun berkarya telah membantu banyak brand lokal maupun global dalam menentukan strategi peluncuran produk baru berbasis insight data dan Studi AAU. Hubungi Admin SRI Melalui Whatsapp Bisnis atau email info@sigmaresearch.co.id



