Metode Riset Omnichannel untuk Marketplace & Social Commerce di Indonesia 2026

Metode riset omnichannel marketplace membantu brand memahami perilaku pelanggan lintas kanal, mulai dari awareness di social commerce hingga konversi di marketplace dan toko fisik.

Pertumbuhan e-commerce Indonesia pada 2026 tidak lagi didorong oleh satu kanal tunggal. Marketplace, social commerce, live shopping, dan toko fisik kini saling terhubung dalam satu ekosistem perilaku konsumen.

Berita awal 2026 menegaskan bahwa masa depan eCommerce Indonesia bukan lagi sekadar transaksi, melainkan integrasi pengalaman lintas kanal.

Dengan meningkatnya fragmentasi kanal, brand menghadapi pertanyaan strategis:
Bagaimana cara mengukur perilaku konsumen yang berpindah antara marketplace, media sosial, dan offline store?

Jawabannya ada pada metode riset omnichannel yang terintegrasi.

Mengapa Marketplace & Social Commerce Perlu Pendekatan Riset Khusus?

Indonesia adalah pasar mobile-first dengan dominasi marketplace dan social commerce. Platform live shopping dan interaksi real-time mempercepat konversi sekaligus meningkatkan kompleksitas journey.

Marketplace dan social commerce memiliki karakteristik unik:

  • Interaksi publik melalui review & rating

  • Algoritma yang memengaruhi visibilitas produk

  • Flash sale & live commerce yang memicu impulse buying

  • Perbandingan harga instan antar brand

Metode riset konvensional (hanya survei atau data transaksi) tidak cukup untuk membaca dinamika ini.

Framework Metode Riset Omnichannel 2026

Untuk memahami marketplace dan social commerce secara menyeluruh, berikut pendekatan riset yang direkomendasikan:

Cross-Channel Journey Mapping

Identifikasi seluruh touchpoint konsumen:

  • Awareness (social media, influencer, iklan digital)

  • Consideration (marketplace review, website brand)

  • Purchase (online/offline)

  • Post-purchase (review, repeat purchase, loyalty)

Tujuannya adalah memetakan jalur nyata pelanggan—bukan asumsi internal.

Marketplace Behavior Analytics

Analisis mencakup:

  • Conversion rate per kanal

  • Drop-off rate sebelum checkout

  • Review sentiment

  • Competitor comparison behavior

  • Flash sale responsiveness

Riset ini membantu brand memahami faktor apa yang memengaruhi keputusan pembelian di marketplace.

Social Commerce Sentiment & Interaction Study

Social commerce menekankan interaksi langsung.

Pendekatan yang dapat digunakan:

  • Comment mining

  • Live chat transcript analysis

  • Influencer impact study

  • Engagement vs conversion correlation

 

Attribution & Path-to-Purchase Modeling

Dalam omnichannel environment, konversi jarang terjadi di kanal pertama.

Model attribution membantu menjawab:

  • Kanal mana yang memicu awareness?

  • Kanal mana yang menyelesaikan transaksi?

  • Kombinasi kanal apa yang paling efektif?

Tanpa model ini, brand sering salah mengalokasikan anggaran marketing.

Experience Gap Assessment

Mengukur perbedaan pengalaman antar kanal:

  • Harga & promo tidak sinkron

  • Informasi produk berbeda

  • SLA pengiriman berbeda

  • Loyalty system tidak terintegrasi

Ketidakkonsistenan ini dapat mengurangi trust dan repeat purchase.

Integrasi Data: Tantangan Terbesar Omnichannel Research

Salah satu hambatan utama riset omnichannel di Indonesia adalah:

  • Data CRM terpisah dari marketplace

  • Data offline tidak terhubung dengan digital

  • Social data tidak terstruktur

  • KPI berbeda antar departemen

Padahal, pasar eCommerce Indonesia terus tumbuh dan semakin kompetitif.

Tanpa integrasi data, insight omnichannel sulit diwujudkan.

Peran Riset dalam Meningkatkan Loyalty & CLV

Marketplace & social commerce sering dianggap kanal akuisisi. Namun, riset menunjukkan bahwa pengalaman lintas kanal berkontribusi besar pada loyalitas.

Metode riset omnichannel membantu brand:

✔ Mengidentifikasi loyalty driver
✔ Mengoptimalkan channel synergy
✔ Menurunkan churn
✔ Meningkatkan lifetime value pelanggan

Rekomendasi Strategis untuk Retail & eCommerce

Agar riset omnichannel efektif di marketplace & social commerce, brand perlu:

  1. Menggabungkan data marketplace, CRM, dan social analytics

  2. Menyusun dashboard omnichannel terintegrasi

  3. Menggunakan kombinasi metode kuantitatif & kualitatif

  4. Melakukan tracking berkala, bukan one-off study

  5. Menjadikan insight sebagai dasar perencanaan marketing & supply chain

Metode riset omnichannel bukan sekadar alat evaluasi, tetapi fondasi strategi pertumbuhan jangka panjang.

Kesimpulan dari Sigma Research Indonesia

Marketplace dan social commerce telah menjadi pusat interaksi konsumen Indonesia di 2026. Namun tanpa metode riset omnichannel yang tepat, brand hanya melihat potongan data yang terpisah.

Dengan pendekatan journey mapping, attribution modeling, sentiment analysis, dan experience assessment, brand dapat memahami perilaku pelanggan secara utuh—dan mengubah insight menjadi strategi yang terukur.

Omnichannel bukan sekadar hadir di banyak kanal, tetapi memahami bagaimana konsumen bergerak di antaranya. Diskusikan GRATIS di awal untuk detail metode riset konsumen omnichannel dan commerce dengan tim profesional Sigma Research Indonesia melalui Whatsapp Business.

Our Free Reports

Our Premium Reports

Most Recent Posts

  • All Post
  • Bisnis Indonesia
  • Business & Management Consulting
  • Business Consulting
  • Development
  • Investment
  • Kabar Terkini
  • Keuangan dan Finansial
  • Konsultan Riset
  • Management Consulting
  • Marketing
  • MBS
  • Mystery Shopping
  • Research indonesia
  • Riset Indonesia
  • Riset Pasar
  • Strategies
  • Trend Bisnis
  • Trend teknologi dan platform digital
    •   Back
    • Market Research
    • Agency Market Research