Memahami Perilaku Omnichannel Shopper di Indonesia 2026

Perilaku omnichannel shopper Indonesia 2026 menunjukkan konsumen berpindah antar kanal sebelum membeli. Riset lintas kanal membantu brand memahami loyalitas dan konversi secara menyeluruh.

Perilaku konsumen Indonesia pada 2026 semakin menunjukkan pola belanja yang tidak lagi linear. Konsumen tidak langsung membeli di satu kanal, melainkan berpindah-pindah antara media sosial, marketplace, website brand, hingga toko fisik sebelum mengambil keputusan.

Berita awal 2026 menegaskan bahwa eCommerce Indonesia kini tidak lagi hanya soal transaksi, tetapi soal pengalaman lintas kanal yang konsisten dan terintegrasi.

Fenomena ini memperlihatkan satu perubahan besar:
Konsumen Indonesia telah menjadi omnichannel shopper.

Artikel ini membahas karakteristik perilaku omnichannel shopper Indonesia 2026 dan bagaimana riset dapat membantu brand memahami dinamika ini secara strategis.

Omnichannel Shopper: Tidak Lagi Satu Kanal

Berbeda dengan model belanja 5–7 tahun lalu, kini perjalanan konsumen dapat terlihat seperti ini:

  • Awareness melalui TikTok atau Instagram

  • Evaluasi harga & review di marketplace

  • Cek stok via website brand

  • Pembelian offline karena promo tertentu

  • Repeat purchase melalui aplikasi mobile

Artinya, satu transaksi bisa melibatkan 3–5 touchpoint berbeda.

Riset global juga menunjukkan bahwa ekspektasi konsumen terhadap pengalaman toko dan online semakin terintegrasi.

Mobile-First dan Social Commerce Dominan

Indonesia adalah pasar yang sangat mobile-centric. Social commerce, live shopping, dan marketplace interaktif semakin memengaruhi perilaku belanja.

Platform social eCommerce kini menjadi bagian dari ekosistem omnichannel, bukan sekadar kanal tambahan.

Perilaku ini menciptakan beberapa karakteristik unik:

🔹 Konsumen cepat berpindah kanal
🔹 Review dan komentar publik sangat memengaruhi keputusan
🔹 Impulse buying lebih tinggi di live commerce
🔹 Loyalitas lebih bergantung pada pengalaman daripada harga

Kepercayaan Jadi Faktor Kunci

Salah satu isu utama dalam belanja digital Indonesia 2026 adalah faktor kepercayaan. Konsumen lebih berhati-hati, terutama pada kategori high involvement.

Dalam konteks omnichannel, trust dibangun melalui:

  • Konsistensi informasi antar kanal

  • Transparansi harga & promo

  • Integrasi loyalty program

  • Kejelasan pengiriman & return policy

Jika pengalaman berbeda antar kanal, trust mudah menurun.

Apakah Omnichannel Shopper Lebih Loyal?

Beberapa studi menunjukkan bahwa shopper yang berbelanja lintas kanal cenderung memiliki nilai loyalitas lebih tinggi dibanding single-channel shopper.

Namun loyalitas ini tidak otomatis terjadi. Ia bergantung pada:

  • Pengalaman seamless

  • Kemudahan perpindahan kanal

  • Relevansi rekomendasi

  • Integrasi data pelanggan

Tanpa riset omnichannel, brand sulit memahami faktor mana yang benar-benar memicu repeat purchase.

Mengapa Brand Butuh Riset Perilaku Omnichannel?

Perilaku omnichannel tidak bisa dianalisis hanya dari laporan penjualan. Brand perlu memahami:

✔ Kanal pertama yang memicu awareness
✔ Kanal yang paling sering menyebabkan drop-off
✔ Waktu rata-rata sebelum konversi
✔ Faktor yang mendorong perpindahan kanal
✔ Hubungan antara pengalaman lintas kanal dan CLV

Pendekatan riset yang bisa digunakan:

  • Cross-channel journey mapping

  • Omnichannel attribution analysis

  • Loyalty driver modeling

  • Experience gap assessment

Tanpa insight ini, brand hanya melihat angka penjualan, bukan alasan di baliknya.

Implikasi untuk Retail & eCommerce Indonesia

Dengan proyeksi pertumbuhan pasar eCommerce Indonesia yang kuat hingga dekade mendatang,

brand yang memahami perilaku omnichannel lebih cepat beradaptasi terhadap:

  • Fragmentasi kanal

  • Perubahan algoritma marketplace

  • Evolusi social commerce

  • Perubahan ekspektasi pelanggan

Riset omnichannel memungkinkan brand:

  • Menentukan prioritas kanal

  • Mengoptimalkan investasi marketing

  • Meningkatkan retention

  • Membangun pengalaman pelanggan yang konsisten

Catatan Penting Sigma Research Indonesia

Perilaku omnichannel shopper Indonesia 2026 semakin kompleks dan dinamis. Konsumen berpindah antar kanal sebelum membeli, mengandalkan review publik, dan menuntut pengalaman yang konsisten.

Bagi retail dan eCommerce, memahami perilaku ini bukan sekadar insight tambahan—melainkan fondasi strategi pertumbuhan jangka panjang.

Riset omnichannel membantu brand membaca pola perjalanan pelanggan secara utuh, sehingga keputusan bisnis tidak lagi berbasis asumsi, tetapi berbasis data nyata.

Hubungi Admin SRI untuk berdiskusi dengan Tim Profesional Sigma Research dan dapatkan diskusi GRATIS di awal.

Our Free Reports

Our Premium Reports

Most Recent Posts

  • All Post
  • Bisnis Indonesia
  • Business & Management Consulting
  • Business Consulting
  • Development
  • Investment
  • Kabar Terkini
  • Keuangan dan Finansial
  • Konsultan Riset
  • Management Consulting
  • Marketing
  • MBS
  • Mystery Shopping
  • Research indonesia
  • Riset Indonesia
  • Riset Pasar
  • Strategies
  • Trend Bisnis
  • Trend teknologi dan platform digital
    •   Back
    • Market Research
    • Agency Market Research