Perubahan Konsumen dan Peralihan dari Mall ke Marketplace

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami dinamika konsumsi yang signifikan. Perubahan konsumen terjadi seiring tekanan ekonomi, penurunan kelas menengah, dan meningkatnya preferensi belanja berbasis efisiensi. Kondisi ini memicu perpindahan perilaku belanja dari mall ke marketplace. Aktivitas yang dulu identik dengan rekreasi, window shopping, dan pengalaman fisik kini bergeser ke transaksi digital yang praktis, cepat, dan hemat biaya.

Mengapa Perubahan Konsumen Bisa Terjadi?

Perubahan konsumen dipicu oleh kombinasi beberapa faktor seperti ekonomi, sosial, dan teknologi:

  • Ekonomi & penurunan daya beli. Ketika rumah tangga kelas menengah menyusut, konsumen mengalihkan prioritas ke kebutuhan esensial dan menekan pengeluaran gaya hidup. Mall yang identik dengan rekreasi dan belanjmenjadi semakin jarang dikunjungi untuk pembelian rutin.
  • Preferensi efisiensi. Konsumen modern ingin kecepatan, transparansi harga, dan opsi pengiriman cepat. Marketplace menyediakan semuanya dalam satu aplikasi.

  • Digitalisasi perilaku. Semakin terlatihnya konsumen menggunakan e-wallet, paylater, dan fitur diskon membuat belanja online jauh lebih mudah daripada kunjungan ke mall.

Perubahan ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin rasional dan value-oriented dalam mengambil keputusan.

Mall Yang Dari Pusat Belanja ke Pusat Rekreasi

Mall tidak lagi menjadi tujuan utama untuk membeli barang sehari-hari. Karena perubahan hidup konsumen saat ini perannya berubah menjadi:

  • Pengunjung datang untuk makan, hiburan, dan aktivitas sosial.

  • Kategori fashion dan elektronik semakin tergerus oleh marketplace.

  • Mall tetap ramai, tetapi transaksinya berubah menjadi “experience spending”, bukan “shopping spending”.

Konsumen menggunakan mall sebagai tempat bersosialisasi atau sekadar jalan-jalan, namun melakukan pembelian aktual di marketplace setelah membandingkan harga.

Marketplace Menjadi Tempat Konsumen Mencari Harga Terbaik

Marketplace kini menjadi episentrum transaksi karena menawarkan:

  • Harga Transparan & Kompetitif

Pada platform marketplace memudahkan konsumen untuk melakukan perbandingan harga, ulasan, dan rating sehingga merasa lebih aman dan rasional dalam membeli.

  • Promosi Harian & Insentif Digital

Flash sale, voucher gratis ongkir, cashback, dan paylater menjadi daya tarik utama, terutama bagi kelas menengah-rentan yang semakin selektif.

  • Kelengkapan & Aksesibilitas

Konsumen bisa menemukan hampir semua kategori barang tanpa harus berpindah tempat. Ini tidak ditawarkan oleh mall secara efisien.

Dinamika Channel Preference: Hybrid, Tapi dengan Prioritas Baru

Konsumen Indonesia kini menerapkan pola hybrid, tetapi bukan seperti sebelum pandemi:

  • Lihat di mall, beli di marketplace (ROPO—Research Online Purchase Offline, versi terbalik).

  • Beli kebutuhan bulanan online, pengalaman offline hanya untuk mengisi waktu luang

  • Brand discovery di mall, pembelian di marketplace setelah cek harga.

Channel preference berubah bukan karena mall tidak relevan, tetapi karena konsumen kini lebih strategis dalam mengatur pengeluaran.

Implikasi Strategis Bagi Retail & Brand

berikut ini implikasi strategis yang bisa dilakukan oleh Retail & Brand:

  • Kehadiran Omnichannel adalah Wajib

Brand perlu memadukan pengalaman offline dan efisiensi online. Konsumen ingin fleksibilitas tanpa batas kanal.

  • Optimasi Harga & Value Proposition

Marketplace membuat konsumen sensitif terhadap harga. Brand harus menyesuaikan bundling, paket hemat, dan positioning value-nya.

  • Mall sebagai “Experience Hub”

Brand di mall harus menonjolkan experiential retail: demo produk, immersive booth, event, dan aktivitas komunitas.

  • Penguatan Data & Segmentasi

Perubahan konsumen tidak seragam. Retail perlu memetakan segmen mana yang memprioritaskan pengalaman dan mana yang fokus efisiensi.

Bangun Strategi Omnichannel Anda Dengan Insight Yang Tepat Bersama Sigma Research Indonesia

Perubahan konsumen dan peralihan dari mall ke marketplace bukan sekadar tren sementara, tetapi transformasi struktural. Konsumen Indonesia kini lebih selektif, rasional, dan sangat memperhatikan value. Mall tetap relevan sebagai pusat pengalaman, sementara marketplace menjadi pusat transaksi. Retail dan brand yang mampu menggabungkan keduanya melalui pendekatan omnichannel dan strategi berbasis data akan menjadi pemenang dalam lanskap baru ini.

Dalam melakukan pendekatan omnichannel diperlukan riset yang mendalam untuk mendapatkan insight yang tepat. Sigma Research Indonesia siap menjadi partner riset anda, selama 17 tahun berkarya bersama tim profesional telah membantu banyak brand baik lokal maupun global. Manfaatkan Strategi Omnichannel anda untuk memenangkan pasar online dan offline bersama Sigma Research Indonesia. Hubungi Admin SRI Melalui Whatsapp Bisnis atau email info@sigmaresearch.co.id

Our Free Reports

Our Premium Reports

Most Recent Posts

  • All Post
  • Bisnis Indonesia
  • Business & Management Consulting
  • Business Consulting
  • Development
  • Investment
  • Kabar Terkini
  • Keuangan dan Finansial
  • Konsultan Riset
  • Management Consulting
  • Marketing
  • MBS
  • Mystery Shopping
  • Research indonesia
  • Riset Indonesia
  • Riset Pasar
  • Strategies
  • Trend Bisnis
  • Trend teknologi dan platform digital
    •   Back
    • Market Research
    • Agency Market Research