Merilis produk baru tanpa riset yang tepat ibarat menembak dalam gelap. Banyak brand gagal bukan karena idenya jelek, tapi karena mereka tidak tahu apa yang benar-benar diinginkan konsumen.
Di sinilah product & concept testing berperan penting — sebuah tahapan riset yang membantu perusahaan memastikan ide produk layak diluncurkan ke pasar.
1. Apa Itu Product & Concept Testing?
Adalah dua langkah awal dalam pengembangan produk.
-
Concept testing dilakukan untuk mengevaluasi ide sebelum produk dibuat. Tujuannya adalah menilai apakah konsep produk menarik dan relevan bagi target konsumen.
-
Product testing dilakukan setelah produk dikembangkan, untuk menguji performa, kualitas, kemasan, hingga kepuasan konsumen saat mencoba.
Keduanya merupakan pondasi agar keputusan bisnis berbasis data, bukan asumsi.
2. Mengapa Tahapan Ini Krusial bagi Brand di Indonesia
Pasar Indonesia dikenal dinamis dan beragam. Konsumen di Jakarta, Surabaya, hingga Makassar bisa memiliki preferensi yang berbeda.
Melalui product & concept testing, perusahaan dapat:
-
Mengetahui apakah ide produk sesuai kebutuhan lokal
-
Mendeteksi potensi masalah sebelum produk diluncurkan
-
Menghemat biaya promosi dari kegagalan pasar
Contohnya, beberapa brand FMCG besar di Indonesia melakukan taste test dan concept validation sebelum memperluas distribusi nasional. Hasilnya, mereka mampu menyesuaikan rasa, kemasan, dan harga sesuai preferensi konsumen di tiap wilayah.
3. Metode yang Digunakan dalam Product & Concept Testing
Riset ini biasanya dilakukan oleh market research agency seperti Sigma Research melalui berbagai metode, antara lain:
-
Focus Group Discussion (FGD): Menggali opini dan reaksi awal terhadap konsep produk.
-
Central Location Test (CLT): Konsumen mencoba produk langsung untuk menilai kualitasnya.
-
Online Concept Test: Menilai persepsi dan minat beli konsumen terhadap ide produk baru.
-
A/B Testing: Menguji dua versi konsep untuk melihat mana yang lebih disukai.
Pendekatan berbasis data-driven ini membantu brand memahami arah inovasi produk yang paling potensial.
4. Manfaat Langsung bagi Bisnis
Riset product dan concept testing memberikan insight nyata yang bisa diubah menjadi strategi bisnis, seperti:
-
Menentukan positioning produk yang lebih tajam
-
Menyesuaikan harga dan kemasan sesuai ekspektasi pasar
-
Menurunkan risiko produk gagal di tahap peluncuran
Dengan insight ini, bisnis dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga sambil meningkatkan peluang sukses di pasar kompetitif.
Dalam era yang serba cepat, product & concept testing bukan sekadar langkah tambahan, tapi kebutuhan strategis bagi brand yang ingin tumbuh.
Dengan riset yang tepat, Anda bisa memastikan produk baru tidak hanya menarik di atas kertas — tetapi benar-benar diminati konsumen Indonesia.
Untuk melakukan riset tersebut tanpa worry, diskusikan dengan tim ahli di Sigma Research Indonesia. Hubungi Admin SRI via Whatsapp Bisnis atau paparkan kebutuhan Anda via email di info@sigmaresearch.co.id.



