Bagaimana Diskon Merubah Pola Konsumsi Konsumen Indonesia?
Memahami diskon merubah pola konsumsi menjadi topik penting di Indonesia, terutama di tengah fenomena year‑end discounts dan tekanan ekonomi. Menjelang kenaikan PPN menjadi 12 % pada 2025, banyak konsumen mempercepat pembelian untuk memanfaatkan harga promo, yang memicu perubahan perilaku belanja jangka pendek. Diskon besar mendorong pembelian barang bernilai tinggi dan memengaruhi konsumen sensitif harga untuk lebih sering membeli ketika promo berlangsung.
Tekanan biaya hidup dan ketidakstabilan ekonomi juga memengaruhi sikap konsumen. Survei Voice of the Consumer 2025 oleh PwC menunjukkan bahwa sekitar 50 % konsumen Indonesia memilih membeli lebih sedikit dan mencari barang lebih murah, yang berarti diskon kini menjadi faktor penting dalam strategi konsumsi sehari-hari.
Diskon sebagai Trigger Perubahan Pola Konsumsi
Diskon memiliki kekuatan besar dalam mengubah pola konsumsi, terutama di pasar yang sensitif terhadap harga seperti Indonesia. Ketika harga naik atau diproyeksikan naik, konsumen menjadi lebih cepat dalam pengambilan keputusan pembelian dan lebih terbuka untuk mencoba kategori barang yang awalnya tidak mereka pertimbangkan.
Berikut beberapa trigger perubahan yang terjadi:
1. Percepatan Belanja
Menjelang perubahan kebijakan pajak, banyak konsumen melakukan pembelian lebih awal daripada biasanya untuk memanfaatkan harga promo. Fenomena ini menunjukkan bahwa diskon dapat mengakselerasi waktu pembelian, terutama untuk barang bernilai tinggi seperti elektronik, gadget, dan peralatan rumah tangga.
2. Pembelian dalam Jumlah Lebih Besar
Diskon besar sering memicu bulk buying pembelian dalam jumlah besar sekaligus. Ini merupakan contoh nyata diskon yang menggeser pola konsumsi dari pembelian isi ulang kecil ke pembelian stok jangka panjang, karena konsumen ingin “mengunci” harga sebelum naik.
3. Eksperimen dengan Kategori Barang Baru
Diskon juga membuka ruang bagi konsumen untuk mencoba produk baru yang sebelumnya tidak termasuk dalam rencana pembelian mereka. Misalnya, konsumen yang lebih sering berbelanja kebutuhan pokok mungkin terdorong mencoba produk premium saat ada diskon besar.
Dampak Tekanan Ekonomi terhadap Pola Konsumsi
Menurut survei PwC, konsumen Indonesia semakin mengutamakan harga dalam menentukan keputusan pembelian karena kekhawatiran terhadap ketidakstabilan ekonomi dan biaya hidup. Sekitar setengah dari responden mengatakan mereka akan membeli lebih sedikit dan memilih alternatif yang lebih murah untuk menghemat anggaran.
- Cerminan Prioritas Baru
Dalam kondisi seperti ini, diskon tidak hanya menarik tetapi sering menjadi salah satu faktor utama dalam keputusan pembelian. Konsumen tidak lagi membeli hanya karena kebutuhan, tetapi juga karena peluang nilai tambah yang ditawarkan diskon.
- Pergeseran dari Impuls ke Perencanaan
Karena kekhawatiran tentang biaya hidup, konsumen cenderung merencanakan pembelian mereka lebih matang, memilih opsi yang menawarkan penghematan signifikan, dan mengurangi pembelian impulsif bila tidak ada diskon.
Critical Trade‑Off: Nilai vs Harga
Diskon seringkali memaksa konsumen untuk melakukan trade‑off antara harga dan nilai.
- Fokus pada Harga
Saat diskon besar berlangsung, konsumen bisa jadi menilai harga sebagai faktor utama. Harga yang lebih murah sering mengalahkan pertimbangan lain seperti brand loyalty, kualitas jangka panjang, atau nilai emosional dari produk.
- Fokus pada Nilai
Namun tidak semua respon konsumen sama. Ada segmen yang tetap mempertimbangkan kualitas atau manfaat jangka panjang meskipun ada diskon. Misalnya, konsumen yang sadar kesehatan mungkin tetap memilih produk yang lebih sehat walaupun harganya sedikit lebih tinggi.
Contoh Perubahan Pola Konsumsi
Elektronik dan Barang Premium: Ketika diskon besar diluncurkan menjelang kenaikan PPN, permintaan terhadap barang bernilai tinggi seperti gadget dan peralatan rumah tangga meningkat tajam. Ini mencerminkan perubahan pola konsumsi dari pembelian berenergi rendah ke pembelian produk berharga tinggi saat ada kesempatan ekonomi.
Barang Kebutuhan Pokok: Diskon juga dapat menggeser konsumsi barang kebutuhan pokok, di mana konsumen cenderung membeli dalam jumlah lebih besar atau memilih merek yang lebih murah untuk menghemat biaya keseluruhan.
Strategi Brand dalam Menghadapi Pola Konsumsi Baru
Untuk mengatasi perubahan pola konsumsi ini, brand perlu memahami perilaku belanja di era diskon besar:
- Komunikasi Nilai
Selain menonjolkan diskon, brand harus menekankan nilai jangka panjang dari produk untuk menjaga loyalitas pelanggan.
- Pengalaman Omni‑Channel
Brand yang menggabungkan pengalaman online dan offline secara mulus lebih mampu menarik konsumen yang bertransaksi demi diskon besar.
- Segmentasi Pasar
Memahami segmen konsumen yang paling sensitif terhadap harga akan membantu merancang penawaran diskon yang tepat sasaran.
Diskon memiliki pengaruh signifikan dalam merubah pola konsumsi konsumen Indonesia, terutama di tengah tekanan ekonomi dan kesempatan harga sebelum kenaikan pajak. Dari percepatan pembelian hingga pembelian dalam jumlah besar, diskon dapat menggeser perilaku konsumen secara nyata. Untuk brand, memahami perubahan ini penting agar strategi pemasaran dan promosi lebih efektif.
Ingin memahami bagaimana diskon mempengaruhi perilaku pembelian di segmen Anda? Lakukan riset AAU berbasis insight data. Sigma Research Indonesia siap menjadi partner anda. Hubungi Admin SRI Melalui Whatsapp Bisnis atau email info@sigmaresearch.co.id



