Share a Coke: Perubahan Attitude Gen Z terhadap Brand Heritage

Dari Nostalgia ke Attitude Gen Z

Kampanye ikonik Share a Coke kembali di tahun 2025 dengan tujuan menjangkau generasi muda Gen Z. Coca-Cola menghidupkan kembali kampanye ini dengan kombinasi pengalaman fisik dan digital. Tujuan utamanya bukan sekadar meningkatkan penjualan, tetapi juga membentuk attitude atau sikap Gen Z terhadap brand heritage Coca-Cola. Di era di mana konsumen muda mencari pengalaman otentik dan koneksi nyata, Share a Coke menawarkan nostalgia yang dipadukan dengan interaksi digital yang relevan.

Sejarah Singkat Share a Coke dan Evolusi Brand Heritage

Original Share a Coke diluncurkan pertama kali di Australia pada tahun 2011. Dalam kampanye itu, logo Coca-Cola diganti dengan nama-nama umum di botol dan kaleng. Ini menciptakan rasa personalisasi yang belum pernah ada sebelumnya dalam dunia minuman ringan. Para konsumen kemudian berbagi foto botol dengan nama teman atau keluarga mereka di media sosial, yang juga menjadi bentuk earned media yang sangat kuat.

Di tahun 2025 coca-cola kembali membuat kampanye ini dengan mengambil pendekatan yang lebih luas dengan memasukkan pengalaman digital seperti hub aplikasi dan fitur Share a Coke Memory Maker. Konsumen dapat menambahkan nama, membuat video, atau meme untuk dibagikan di media digital. Strategi ini memberi ruang bagi Gen Z untuk menciptakan kenangan baru sambil tetap menghargai heritage brand.

Kenapa Gen Z Penting bagi Brand Heritage

Gen Z adalah generasi yang tumbuh dengan internet dan media sosial. Mereka lebih memprioritaskan keaslian, koneksi sosial, dan pengalaman yang bermakna daripada sekadar konsumsi produk. Dalam konteks ini, heritage brand seperti Coca-Cola perlu menunjukkan relevansi budaya yang kuat agar tetap dianggap penting. Kampanye seperti Share a Coke mencoba menjembatani nostalgia dengan pengalaman modern yang resonan bagi audiens muda ini.

Sebagian besar Gen Z yang melihat kampanye ini cenderung menilai brand tidak hanya dari produk, tetapi dari kemampuannya menciptakan memori yang terkesan misalnya melalui botol yang dipersonalisasi atau konten digital yang dibuat bersama teman, keluarga, dan komunitas mereka.

Perubahan Attitude Gen Z melalui Kampanye Share a Coke

Kampanye Share a Coke bukan hanya strategi personalisasi biasa. Ini juga strategi yang memengaruhi persepsi konsumen tentang brand heritage. Ada beberapa perubahan attitude yang terlihat dari respons Gen Z:

  • Perspektif Terhadap Authenticity

Gen Z menghargai keaslian brand. Dengan menawarkan botol yang dapat dipersonalisasi dan pengalaman memori digital, Coca-Cola memberi ruang bagi konsumen untuk merasakan sesuatu yang asli dan personal. Ini mengubah persepsi mereka terhadap brand heritage sebagai sesuatu yang hidup, bukan hanya sejarah.

  • Koneksi Sosial dan Pengalaman Bermakna

Tidak hanya sekadar membeli minuman; kampanye ini mendorong Gen Z untuk berbagi pengalaman bersama orang-orang terdekat mereka. Momen berbagi fisik dan digital menjadi landasan bagi Gen Z untuk melihat Coca-Cola sebagai medium penghubung sosial, bukan sekadar produk konsumsi.

  • Relevansi Digital

Integrasi QR code, hub aplikasi, dan interaksi digital membuat Share a Coke terasa modern dan relevan secara budaya digital. Ini membantu Gen Z untuk merasa “terlibat” dalam brand legacy yang sebelumnya terkesan hanya milik generasi yang lebih tua.

Dampak Positif terhadap Brand Heritage

Respons positif Gen Z terhadap Share a Coke menunjukkan bahwa strategi yang memadukan nostalgia dengan pengalaman digital dapat menguatkan nilai brand secara keseluruhan. Attitude yang lebih hangat dan emosional terhadap Coca-Cola membantu memperkuat posisi brand ini di pasar global yang sangat kompetitif. Hal ini juga menunjukkan bahwa heritage bukan sekadar sejarah; ketika dikemas dengan strategi yang relevan, heritage bisa menjadi kekuatan untuk memenangkan hati generasi baru.

Mengubah Attitude Konsumen Brand anda Bersama Sigma Research Indonesia

Share a Coke berhasil mengubah attitude Gen Z terhadap brand heritage Coca-Cola. Pendekatan yang menggabungkan personalisasi, pengalaman digital, dan koneksi sosial membuat brand terasa lebih relevan dan berkesan. Kampanye ini membuktikan bahwa strategi nostalgia yang tepat bisa memperdalam hubungan emosional antara brand dan konsumen.

Ingin mengubah Attitude Konsumen dengan brand anda? Sigma Research Indonesia siap membantu dalam melakukan riset AAU. Selama 17 tahun Sigma Research telah membantu banyak brand baik lokal maupun global. Hubungi Admin SRI Melalui Whatsapp Bisnis atau email info@sigmaresearch.co.id

Our Free Reports

Our Premium Reports

Most Recent Posts

  • All Post
  • Bisnis Indonesia
  • Business & Management Consulting
  • Business Consulting
  • Development
  • Investment
  • Kabar Terkini
  • Keuangan dan Finansial
  • Konsultan Riset
  • Management Consulting
  • Marketing
  • MBS
  • Mystery Shopping
  • Research indonesia
  • Riset Indonesia
  • Riset Pasar
  • Strategies
  • Trend Bisnis
  • Trend teknologi dan platform digital
    •   Back
    • Market Research
    • Agency Market Research