Social Listening untuk Brand Saat Diskon Besar

Periode diskon besar seperti promo akhir tahun dan penawaran khusus membawa lonjakan percakapan konsumen di media sosial. Bagi brand, social listening brand menjadi alat penting untuk memantau persepsi dan sentimen publik secara real‑time. Aktivitas ini membantu memahami kebutuhan konsumen oportunistik yang makin cerdas dalam memilih produk saat harga berubah, terutama menjelang perubahan kebijakan fiskal seperti kenaikan PPN pada 2025.

📌 Apa Itu Social Listening?

Social listening adalah proses memantau, mengumpulkan, dan menganalisis percakapan digital tentang brand, produk, kampanye, atau topik tertentu di berbagai platform online seperti media sosial, forum, dan situs review. Proses ini berbeda dari sekadar menghitung mention, karena fokus utamanya adalah memahami sentimen, opini, dan tren yang sedang berkembang.

Dengan social listening, brand tidak hanya mengetahui berapa kali namanya disebut, tetapi juga konteks di balik percakapan tersebut apakah positif, negatif, atau netral.

📈 Mengapa Social Listening Penting Saat Diskon Besar

Promo besar menarik perhatian konsumen dan memicu diskusi luas di dunia digital. Diskon akhir tahun, misalnya, bukan hanya soal harga tetapi juga tentang bagaimana konsumen merasakan nilai penawaran, kualitas layanan, dan respons brand terhadap kebutuhan mereka.

  • Identifikasi Persepsi Konsumen

Social listening membantu brand melihat bagaimana audiens bereaksi terhadap diskon besar yang ditawarkan. Brand dapat mengetahui apakah promosi disambut positif, diabaikan, atau bahkan memicu kritik.

  • Respon Langsung terhadap Umpan Balik

Dengan insight waktu nyata, tim pemasaran dapat menanggapi komentar atau keluhan dengan cepat. Ini penting untuk menjaga reputasi dan mengurangi dampak negatif.

  • Menangkap Tren dan Preferensi

Percakapan online sering kali mencerminkan tren perilaku konsumen. Dengan social listening, merk dapat menangkap istilah, hashtag, atau kebutuhan spesifik yang sering dibahas selama periode diskon.

🧩 Social Listening vs Social Monitoring

Seringkali kedua istilah ini digunakan bergantian, tetapi mereka berbeda:

  • Social monitoring mengacu pada pelacakan mention dan komentar secara kuantitatif, seperti jumlah mention atau share.

  • Social listening mencakup analisis lebih dalam, termasuk makna percakapan, emosi konsumen, dan sinyal tren yang tidak langsung terlihat.

Dengan social listening, brand mendapatkan insight strategis yang bisa langsung diterjemahkan menjadi keputusan pemasaran.

🗣️ Studi Kasus: Diskon Besar dan Percakapan Konsumen

Contoh nyata adalah gelombang pembelian konsumen Indonesia saat menghadapi berita kenaikan PPN menjadi 12% pada 2025. Banyak konsumen memanfaatkan diskon besar menjelang perubahan ini, yang juga memicu percakapan intens di platform e‑commerce dan media sosial. Diskusi ini berisi opini tentang harga, urgensi pembelian, serta tanggapan terhadap strategi diskon brand.

Brand‑brand yang aktif memantau percakapan semacam ini dapat mengidentifikasi pola perilaku konsumen oportunistik. Mereka yang cepat merespons komentar positif atau negatif sering memiliki tingkat kepuasan konsumen yang lebih tinggi.

🧰 Tools Social Listening yang Dapat Digunakan

Untuk melakukan social listening, ada sejumlah platform yang populer dan andal, antara lain:

  • Brandwatch: Analisis sentimen dan tren percakapan secara mendalam dengan kekuatan AI.

  • Talkwalker: Menggabungkan percakapan lintas platform untuk memberikan wawasan komprehensif.

  • Sprout Social & Hootsuite Insights: Menggabungkan pemantauan dan analisis konten dari media sosial.

Pemilihan tools ini sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan brand, anggaran, dan target pasar.

🧠 Cara Brand Menggunakan Social Listening Secara Efektif

Berikut beberapa langkah strategis agar social listening berdampak maksimal:

  • Tentukan Tujuan yang Jelas

Apakah Anda ingin mengetahui sentimen diskon besar, mengukur respons kampanye, atau mengenali influencer potensial? Tujuan akan menentukan metrik dan kata kunci yang harus dipantau.

  • Gunakan Kata Kunci yang Relevan

Keyword seperti nama produk, nama kampanye, hashtag diskon, atau isu harga sering digunakan saat promosi. Pemilihan kata kunci yang tepat membantu memperoleh data relevan.

  • Analisis Sentimen dan Tren

Mengukur sentimen positif vs negatif membantu mengevaluasi efektivitas strategi diskon. Data ini bisa menjadi input untuk kampanye berikutnya.

  • Tindak Lanjut Cepat

Respons cepat terhadap feedback, terutama negatif, dapat memperkuat kepercayaan konsumen.

Insight From Sigma Research

Data percakapan digital bukan hanya angka. Dengan social listening brand, Anda bisa memahami sentimen, kebutuhan, dan persepsi konsumen saat diskon besar berlangsung. Insight ini membantu mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat, memperkuat reputasi brand, serta meningkatkan engagement dan konversi.

Ingin memaksimalkan data percakapan digital untuk strategi bisnis kedepannya? Hubungi Sigma Research Indonesia. Selama 17 tahun berkarya telah membantu banyak brand lokal maupun global dalam mengubah data menjadi insight untuk strategi yang lebih efektif. Hubungi Admin SRI Melalui Whatsapp Bisnis atau email info@sigmaresearch.co.id

Our Free Reports

Our Premium Reports

Most Recent Posts

  • All Post
  • Bisnis Indonesia
  • Business & Management Consulting
  • Business Consulting
  • Development
  • Investment
  • Kabar Terkini
  • Keuangan dan Finansial
  • Konsultan Riset
  • Management Consulting
  • Marketing
  • MBS
  • Mystery Shopping
  • Research indonesia
  • Riset Indonesia
  • Riset Pasar
  • Strategies
  • Trend Bisnis
  • Trend teknologi dan platform digital
    •   Back
    • Market Research
    • Agency Market Research