Strategi Go-to-Market 2025

“Taktik Digital & Lokal Adaptasi Paling Efektif untuk Pasar Berkembang”

Di 2025, strategi GTM (go-to-market) mengalami transformasi besar. Konsumen lebih kritis, saluran lebih terfragmentasi, dan brand dituntut untuk memiliki pendekatan yang sangat lokal dan berbasis data. Banyak brand besar atau global yang salah perkiraan karena berlandaskan bukan dengan real-time data, namun persepsi. Akhirnya bermilyaran dana terkuras tanpa keberhasilan, padahal mereka adalah brand yang terkenal dan sukses secara internasional. Hal yang perlu diingat, terkenal atau sukses di pasar global tidak menjamin kesuksesan di sebuah wilayah tanpa riset dan data.

Dalam artikel ini kita akan bahas secara singkat dan mudah dipahami bagaimana riset dan survei membantu strategi GTM sukses di 2025 untuk acuan di 2026 dan tahun-tahun kedepan nantinya.

 

Digital-first GTM: Titik Masuk Terkuat

Peralihan zaman menjadi serba digital, menjadi tantangan juga kesempatan buat para pemilik brand dan bisnis untuk bisa memperluas jangkauan marketnya. Banyak brand besar dan brand global yang fokus pada perkembangan dan inovasi produk, namun hal yang tidak kalah untuk dipikirkan adalah “kendaraan” mempromosikannya di era digital. Beberapa taktik yang mendominasi di 2025:

Live Commerce

Menjadi kanal konversi nomor satu di beberapa kategori beauty, fashion, FMCG premium.

Influencer & AI Creator

Produksi konten jauh lebih cepat, dan biaya lebih efisien. Brand global memakai avatar AI untuk bahasa lokal dengan akurasi tinggi.

User-Generated Content (UGC)

Testimoni tetap menjadi faktor konversi tertinggi.

Lokal Adaptasi yang Menentukan Sukses

Brand perlu menyesuaikan beberapa elemen inti:

Produk:

Rasa, ukuran, formula, warna kulit, tekstur, packaging yang sesuai kultur.

Komunikasi:

Tone ramah, lokal, empatik, bukan “global corporate voice”.

Channel:

Setiap negara punya ekosistem berbeda — marketplace, komunitas, atau social commerce.

Micro-Distribution & Partnership Lokal

Brand perlu memulai dengan footprint kecil namun efektif:

  • Minimarket lokal

  • Warung modern

  • Distributor wilayah

  • Retail chain khusus niche

Ini memotong biaya dan mempercepat uji pasar.

Pricing Adaptif untuk Konsumen 2025

Konsumen ingin harga masuk akal tanpa kehilangan manfaat.

Taktik yang berhasil:

  • Paket kecil (trial-size)

  • Bundling hemat

  • Tiered pricing

  • Membership & cashback

GTM 2025 menuntut: kecepatan adaptasi, fokus pada konsumen, dan keberanian bereksperimen.
Brand yang tidak “melokalisasi”, tidak digital, dan tidak fleksibel—akan kalah.

 

Sigma Research Indonesia dengan pengalaman lebih dari 17 tahun bersama tim ahli kami bisa mendukung dan memprovide real-time data yang Anda dab bisnis Anda butuhkan agar strategi GTM tahun depan tepat sasaran. Hubungi Admin SRI via Whatsapp Bisnis atau email info@sigmaresearch.co.id.

Our Free Reports

Our Premium Reports

Most Recent Posts

  • All Post
  • Bisnis Indonesia
  • Business & Management Consulting
  • Business Consulting
  • Development
  • Investment
  • Kabar Terkini
  • Keuangan dan Finansial
  • Konsultan Riset
  • Management Consulting
  • Marketing
  • MBS
  • Mystery Shopping
  • Research indonesia
  • Riset Indonesia
  • Riset Pasar
  • Strategies
  • Trend Bisnis
  • Trend teknologi dan platform digital
    •   Back
    • Market Research
    • Agency Market Research