Survei Kepuasan Konsumen di Social Commerce

Perkembangan social commerce di Indonesia tumbuh pesat. Social commerce kini menjadi salah satu kanal belanja digital yang populer dan terus berkembang. Di tengah dinamika ekonomi yang dialami bangsa ini, terutama tekanan harga kebutuhan pokok dan inflasi, kepuasan konsumen di platform social commerce menjadi indikator penting dalam memahami perilaku belanja modern. Survei kepuasan konsumen menjadi alat vital untuk mengetahui apakah social commerce memenuhi ekspektasi pengguna dan seberapa kuat loyalitas terhadap layanan tersebut.

Kondisi ekonomi yang berubah, seperti inflasi dan kenaikan harga pokok, turut memengaruhi cara konsumen berinteraksi dengan social commerce. Kenaikan harga barang tertentu membuat konsumen cenderung lebih selektif dalam transaksi digital. Dengan demikian, survei kepuasan tidak hanya menilai aspek layanan digital, tetapi juga bagaimana platform dapat membantu konsumen menghadapi tekanan ekonomi nyata seperti yang tercermin pada pasar Indonesia saat ini.

1. Konteks Ekonomi Konsumen Indonesia

Sebelum membahas metode survei, penting memahami konteks perilaku konsumen di Indonesia saat ini. Menjelang akhir 2025, inflasi tahunan Indonesia mencapai 2,65 %. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka ini pada September 2025. Inflasi mencerminkan kenaikan harga barang dan jasa di pasar, termasuk kebutuhan sehari-hari yang banyak dibeli melalui saluran digital maupun tradisional.

Salah satu contoh nyata dampak harga terhadap perilaku konsumen adalah harga beras. Meski produksi beras domestik meningkat dan stok tergolong besar, harga medium rice tetap tinggi di angka sekitar Rp15.950 per kilogram. Situasi seperti ini dapat mendorong konsumen untuk mencari alternatif produk atau penawaran terbaik melalui platform digital seperti social commerce.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa tekanan harga kebutuhan pokok tidak hanya berdampak pada belanja tradisional. Inflasi dan harga pokok yang tinggi juga mendorong konsumen untuk mencari pengalaman belanja online yang lebih hemat, termasuk di social commerce.

2. Apa itu Survei Kepuasan Konsumen di Social Commerce?

Survei kepuasan konsumen social commerce adalah penelitian yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana konsumen merasa puas dengan pengalaman belanja mereka di platform social commerce. biasanya mencakup berbagai aspek, seperti:

  • Kemudahan penggunaan aplikasi

  • Kualitas layanan pelanggan

  • Ketersediaan produk dan variasinya

  • Harga dan penawaran produk

  • Kecepatan pengiriman dan kebijakan retur

  • Kesesuaian ekspektasi vs realita produk

Survei ini dapat dilakukan melalui kuesioner online, wawancara, atau metode analitik berbasis data transaksi.

3. Metode Survei yang Efektif di Social Commerce

Berikut beberapa metode yang umum dan efektif untuk mengukur kepuasan konsumen di social commerce:

  • Survei Online Terstruktur

Kuesioner online adalah metode yang paling sering digunakan. Responden dapat dipilih dari basis pengguna platform social commerce. Pertanyaan difokuskan pada pengalaman mereka selama bertransaksi, termasuk aspek harga, kualitas layanan, serta tingkat kepercayaan kepada penjual.

Kuesioner online efektif karena cepat, hemat biaya, dan dapat mencakup sampel besar konsumen.

  • Analisis Perilaku Pengguna

Metode ini memanfaatkan data transaksi untuk melihat pola perilaku konsumen. Misalnya:

    • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk konversi pembelian?

    • Produk apa yang paling sering dibeli?

    • Bagaimana tingkat pengabaian keranjang belanja?

Analisis ini membantu memetakan area di mana kepuasan tinggi dan area yang perlu perbaikan.

  • Focus Group Discussion (FGD)

Melibatkan sekelompok konsumen aktif untuk berdiskusi mengenai pengalaman mereka di social commerce. FGD dapat membuka insight emosional konsumen yang mungkin tidak muncul dalam survei tertutup.

4. Mengukur Dampak Ekonomi terhadap Kepuasan Konsumen

Dalam konteks Indonesia yang menghadapi inflasi dan harga kebutuhan pokok yang tinggi, survei kepuasan konsumen social commerce juga sebaiknya menilai bagaimana faktor ekonomi memengaruhi perilaku belanja.

Pertanyaan yang relevan antara lain:

  • Apakah konsumen merasa social commerce membantu mereka mencari harga terbaik?

  • Seberapa sering konsumen membandingkan harga sebelum membeli?

  • Apakah kenaikan harga kebutuhan pokok membuat konsumen lebih sering belanja di social commerce?

  • Apakah penawaran promosi dan diskon memengaruhi keputusan pembelian?

Jawaban-jawaban ini memberi insight penting buat brand dan platform untuk menyesuaikan strategi pemasaran dan penawaran produk.

Survei Kepuasan Konsumen Anda Melalui Riset Yang Tepat

Survei kepuasan konsumen di social commerce adalah alat penting untuk memahami pengalaman belanja digital di Indonesia. Konteks ekonomi lokal, seperti inflasi 2,65 % pada September 2025 dan harga kebutuhan pokok yang tinggi, turut membentuk ekspektasi dan preferensi konsumen.

Lakukan riset survei kepuasan konsumen dengan partner riset terpercaya. Sigma Research Indonesia selama 17 tahun berkarya telah membantu banyak brand lokal maupun global dalam melakukan survei kepuasan konsumen berbasis insight data. Hubungi Admin SRI Melalui Whatsapp Bisnis atau email info@sigmaresearch.co.id

Our Free Reports

Our Premium Reports

Most Recent Posts

  • All Post
  • Bisnis Indonesia
  • Business & Management Consulting
  • Business Consulting
  • Development
  • Investment
  • Kabar Terkini
  • Keuangan dan Finansial
  • Konsultan Riset
  • Management Consulting
  • Marketing
  • MBS
  • Mystery Shopping
  • Research indonesia
  • Riset Indonesia
  • Riset Pasar
  • Strategies
  • Trend Bisnis
  • Trend teknologi dan platform digital
    •   Back
    • Market Research
    • Agency Market Research